KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jemaah Haji Lunas Tunda 2020 Tidak Akan Kena Biaya Tambahan

Jemaah Haji Lunas Tunda 2020 Tidak Akan Kena Biaya Tambahan

Jemaah Haji Lunas Tunda 2020 Tidak Akan Kena Biaya Tambahan

[@]Besaran biaya haji tahun 2023 sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI sebesar Rp 49.812.700.

Meskipun ada penyesuaian biaya haji tahun ini, jamaah yang sudah melunasi biaya haji tahun 2020 atau calon jamaah haji lunas tunda, tidak perlu lagi tambah biaya.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Salatiga Muhammad Miftah. Dia menyebut jamaah haji lunas tunda tidak perlu khawatir.

“Ini sudah saya sampaikan kepada calon jamaah haji. Bahwa jamaah haji lunas tunda itu sudah tidak perlu tambah lagi,” terang Miftah rabu (22/2/2023).

Dia menyebut dari total 216 calon jamaah haji Salatiga yang berangkat tahun ini, sekitar 150 orang adalah jamaah haji lunas tunda.

“Yang kedua itu jamaah haji lunas tapi sebagai cadangan itu masih perlu tambahan biaya sekitar Rp 9 juta dari Rp 49 jutaan,” jelasnya.

Sementara jamaah haji yang berangkat sesuai kuota tahun 2023 harus menambah biaya 24 juta. Jumlahnya ada sekitar 60an calon jamaah haji.

“Itu yang harus tambah biaya lagi. Dari kekurangan Rp 49 juta itu dikurangi Rp 25 juta (biaya setor awal),” terangnya.

Diakuinya terkait penyesuaian biaya haji pihaknya telah menyampaikan ke calon jamaah haji jauh-jauh hari.

Dikatakan saat ini pihaknya masih menunggu keputusan presiden terkait waktu pelunasan. Setelah batas waktu nanti yang tidak bisa melunasi akan masuk pada tahun berikutnya.

“Sejauh ini tidak ada masyarakat yang komplain. Bahkan tidak ada satupun dengan kenaikan besaran biaya haji ini, Mereka menerima,” ungkapnya.

Miftah juga mengaku pihaknya telah mensosialisasikan cukup lama terkait penyesuaian biaya haji. Tujuannya agar calon jamaah haji lebih mempersiapkan diri terkait adanya penyesuaian biaya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]