URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga minyak goreng kemasan di sejumlah pasar dan minimarket di Ungaran, Kabupaten Semarang mengalami penurunan. Pantauan di Pasar Bandarjo Ungaran pada Selasa (12/7/2022), harga minyak goreng kemasan rata-rata pada angka Rp 19 ribu sampai Rp 21 ribu per liternya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kabar Gembira! Minyak Kemasan di Kabupaten Semarang Turun Harga

Kabar Gembira! Minyak Kemasan di Kabupaten Semarang Turun Harga

Kabar Gembira! Minyak Kemasan di Kabupaten Semarang Turun Harga

Harga minyak goreng di Pasar Bandarjo, Ungaran mengalami penurunan. Hal yang sama juga terpantau di sejumlah minimarket di Kabupaten Semarang, Selasa (12/7/2022). (Foto/win)
featured-img

UNGARAN – Harga minyak goreng kemasan di sejumlah pasar dan minimarket di Ungaran, Kabupaten Semarang mengalami penurunan. Pantauan di Pasar Bandarjo Ungaran pada Selasa (12/7/2022), harga minyak goreng kemasan rata-rata pada angka Rp 19 ribu sampai Rp 21 ribu per liternya.

“Kemarin sempat menyentuh Rp 22 ribu per liter, sekarang turun Rp 3 ribu jadi Rp 19 ribu,” ujar Farid Jawahir, salah seorang pedagang di Pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Beberapa merek yang mengalami penurunan yakni Rose Brand, Sania dan Sunco.

“Untuk Sunco masih agak tinggi, masih Rp 21 ribu per liter,” sambungnya.

Sedangkan minyak goreng kemasan merek tertentu, lanjutnya seharga Rp 13 ribu per 900 mililiter.

“Dulu pembeli banyak yang mengeluh karena harga tinggi. Sekarang alhamdulillah mulai berkurang,” katanya.

Sementara pantauan harga minyak goreng kemasan di beberapa minimarket dengan dua perusahaan ritel berbeda, keduanya cenderung juga mengalami penurunan harga. Minyak goreng merek Sania dijual dengan harga Rp 19.300 per liter, Fortune Rp 38.400 per dua liter dan Sovia Rp 38.700 per dua liter.

“Dulu kan sempat sampai Rp 50 ribu per dua liter),” ucap seorang pegawai minimarket di Ungaran.

Untuk minimarket dengan perusahaan lain, minyak goreng kemasan bermerek Tropical dijual seharga Rp 39.900.
Sedangkan merek Filma pada angka Rp 39.500. Sedangkan minyak goreng curah di pasar tradisional, terpantau harganya rata-rata pada angka Rp 14 ribu per liter. (win)

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum