URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kandang ayam di Desa Kebonagung, Sumowono, Kabupaten Semarang, terbakar pada Jumat dini hari, 16 Agustus 2024, diduga akibat korsleting listrik dari bagian tengah atap kandang. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, menerima laporan kejadian sekitar pukul 01.10 WIB, dan segera mengirimkan 2 unit armada damkar dari Pos Ambarawa dibantu oleh BPBD Kabupaten Semarang untuk memadamkan api.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kebakaran Kandang Ayam di Sumowono, 7.000 Ekor Ayam Mati Terpanggang

Kebakaran Kandang Ayam di Sumowono, 7.000 Ekor Ayam Mati Terpanggang

Kebakaran Kandang Ayam di Sumowono, 7.000 Ekor Ayam Mati Terpanggang

Kandang ayam milik Sutiknyo yang berlokasi di Desa Kebonagung, Sumowono ludes dilalap api, Jumat (16/8/2024) dini hari. Foto: Satpol PP dan Damkar Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah kandang ayam yang berada di Desa Kebonagung, Sumowono, Kabupaten Semarang terbakar, Jumat (16/8/2024) dini hari. Musibah ini diduga disebabkan korsleting listrik dari bagian tengah atap kandang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang Anang Sukoco menerangkan, pihaknya mendapatkan laporan kejadian ini sekira pukul 01.10 WIB. Setelah menerima laporan, 2 unit armada damkar dari Pos Ambarawa dibantu BPBD Kabupaten Semarang mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Sesampainya di lokasi, api sudah melahap sebagian besar kandang ayam. Usaha pemadaman oleh warga terkendala suplai air yang minim ditambah tiupan angin kencang,” kata Anang, Jumat (16/8/2024).

Dengan peralatan memadai, petugas segera melakukan pemadaman. Dalam waktu 2,5 jam api berhasil dikuasai.

“Alhamdulillah tidak sampai merembet ke bangunan kandang lain,” terangnya.

Sementara Kapolsek Sumowono, AKP Fatchurrohman menyampaikan, kebakaran ini kali pertama diketahui oleh pemilik kandang ayam saat mengobrol bersama salah seorang karyawannya.

“Diduga karena arus pendek listrik pada mesin blower,” urainya.

Melihat ada percikan api dan kepulan asap, pemilik kandang berusaha memadamkan api dengan dibantu pegawai dan sejumlah warga lainnya. Namun, api semakin membesar dan melahap 2 bangunan kandang ayam.

“Total ayam yang berada di dalam kandang sebanyak 7.000 ekor berumur kurang lebih 31 hari,” bebernya.

Meski tak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp800 juta. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Selalu periksa secara rutin instalasi kelistrikan di rumah ataupun bangunan lainnya.

“Jika ada kabel mengelupas, atau disfungsi kelistrikan lainnya segera diperbaiki,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved