RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kecelakaan Maut di Pudakpayung Semarang, Pemotor MD Alami Luka Parah

Kecelakaan Maut di Pudakpayung Semarang, Pemotor MD Alami Luka Parah

Kecelakaan Maut di Pudakpayung Semarang, Pemotor MD Alami Luka Parah

SEMARANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan atau tepatnya depan Balai Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Selasa (25/1/2022) sekira pukul 14.30 WIB.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit mengatakan, kejadian itu melibatkan dua kendaraan masing-masing truk hino trailer warna hijau tua bernomor polisi B-9067-VEH dengan honda beat warna hitam bernomor polisi H-4340-PI.

Akibat insiden itu, pembonceng motor atas nama Umi Masroh (43) warga Ungaran Timur, Kabupaten Semarang meninggal di lokasi kejadian karena mengalami luka parah pada kaki kanan usai terlindas truk.

“Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUP Kariadi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Sigit menjelaskan, insiden lalu lintas tersebut bermula ketika motor yang dikendarai oleh seorang wanita bernama Aji Leladi Bhakti Pertiwi (19) warga Ungaran Timur, Kabupaten Semarang itu, melaju dari arah selatan (Taman Unyil) menuju ke arah utara (Srondol).

Saat hendak berpindah jalur, karena diduga kurang waspada pandangan samping kiri, lalu tertabrak oleh truk trailer yang dikemudikan oleh Agus Setiawan (33) warga Kabupaten Batang yang melaju searah di sampingnya.

“Kerusakan truk pada bemper depan tergores. Sedangkan motor pada Lampu belakang pecah dan terlepas,” paparnya.

Saat ini insiden lalu lintas tersebut tengah ditangani oleh Satlantas Polrestabes Semarang dengan mengamankan sopir truk dan kedua kendaraan yang terlibat untuk proses lebih lanjut.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran