URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran menghadirkan layanan BPJS Keliling di Puskesmas Sumowono pada Senin (10/02) untuk memperluas pelayanan administrasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Subkhan, menyatakan bahwa layanan ini bertujuan membantu masyarakat yang kesulitan mengakses kantor BPJS karena jarak yang jauh.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kehadiran BPJS Keliling di Puskesmas Sumowono, Disambut Baik oleh Masyarakat Sekitar

Kehadiran BPJS Keliling di Puskesmas Sumowono, Disambut Baik oleh Masyarakat Sekitar

Kehadiran BPJS Keliling di Puskesmas Sumowono, Disambut Baik oleh Masyarakat Sekitar

Foto: Dok
Foto: Dok
featured-img

RASIKA USA – BPJS Kesehatan Cabang Ungaran memperluas pelayanan administrasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menghadirkan layanan BPJS Keliling di Puskesmas Sumowono, pada Senin (10/02). Kegiatan ini tidak hanya pemberian layanan administrasi saja, namun juga dibalut dengan pemberian informasi langsung tentang Program JKN.

“Sebagai upaya kami untuk memberikan pelayanan administrasi Program JKN bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk menjangkau Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ungaran karena jauhnya tempat tinggal mereka, kami hadirkan layanan BPJS Keliling di tempat-tempat strategis yang mudah dijangkau oleh masyarakat di dekat temapt tinggal mereka. Dan sebagai upaya informasi terkait Program JKN tersampaikan secara tepat kepada masyarakat, bersama tim layanan BPJS Keliling kami juga melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi,” ujar Subkhan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran.

Beberapa pelayanan administrasi yang dapat diberikan pada layanan BPJS Keliling yaitu, peserta dapat melakukan registrasi Aplikasi Mobile JKN, pendaftaran peserta baru, perubahan data peserta, informasi dan pengaduan peserta, serta penambahan atau pengurangan anggota keluarga. Pelayanan tersebut dapat diberikan dengan ketentuan peserta membawa persyaratan dan data diri yang berlaku.

Melihat antusias banyaknya masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan administrasi pada layanan BPJS Keliling, Subkhan mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah memberikan informasi kepada masyarakat bahwa akan diadakannya layanan BPJS Keliling di Puskesmas Sumowono.

“Banyaknya masyarakat yang mendatangi layanan BPJS Keliling di Puskesmas Sumowono merupakan salah satu bukti masyarakat memiliki rasa ingin tahu dan ingin menjadi peserta Program JKN. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Sumowono yang telah memberikan dukungan terhadap terlaksananya layanan BPJS Keliling disana,” tutur Subkhan.

Kepala Puskesmas Sumowo, Siti Nurkhasanah yang turut mendampingi layanan BPJS Keliling mengaku sangat menyambut bai katas hadirnya layanan BPJS Keliling di Puskesmas Sumowono. Dirinya mengaku dengan adanya layanan BPJS Keliling yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan Cabang Ungaran di Puskesmas Sumowo sangat membantu masyarakat di sekitar untuk mendapatkan pelayanan administrasi Program JKN tanpa harus mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ungaran yang letaknya cukup jauh dari wilayah Sumowono.

“Begitu kami mendapatkan pemberitahuan bahwa akan ada layanan BPJS Keliling di Puskesmas kami, kami merasa senang. Pada saat itu saya bersama dengan tim di Puskesmas Sumowono langsung meneruskan informasi tersebut, baik melalui bidan desa maupun perangkat desa di sekitar Puskesmas Sumowono. Hal ini kami lakukan agar masyarakat yang ingin mendaftar sebagai peserta JKN bisa mendapatkan pelayanan administrasi tanpa harus jauh-jauh ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ungaran,” ujar Nurkhasanah.

Khasanah menuturkan bahwa dirinya selalu mengingatkan kepada masyarakat yang berobat di Puskesmas Sumowono agar terdafaftar sebagai peserta JKN. Mengingat begitu pentingnya kepesertaan Program JKN untuk mengakses pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan, baik di tingkat pertama maupun tingkat lanjut.

Salah satu masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan administrasi pada layanan BPJS Keliling, Siti Nur Khomsah mengaku merasa senang atas hadirnya layanan BPJS Keliling di Puskesmas Sumowono. Datang bersama dengan putrinya yang masih berusia dua tahun, Khomsah terlihat sabar menunggu nomor antreannya dipanggil oleh petugas dari BPJS Kesehatan.

“Sebenarnya saya ingin sekali mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ungaran untuk melakukan pendaftaran sebagai peserta JKN, namun karena keterbatasan transportasi dan jarak yang jauh, dengan adanya layanan BPJS Keliling saya merasa senang. Saya merasa keikutsertaan sebagai peserta JKN sangat penting dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat,” ungkap Khomsah. (hrs)

Sukisno (70), warga Kota Salatiga, merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah mengalami serangan stroke dan menjalani perawatan intensif serta terapi rutin selama setahun terakhir. Dengan pembiayaan yang dijamin melalui kepesertaan JKN yang ditanggung Pemerintah Kota Salatiga, ia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya hingga kondisinya berangsur pulih dan kembali beraktivitas.
Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Ratusan warga Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang mengikuti sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Aula Pinus Park, Minggu (10/5/2026). Kegiatan yang melibatkan BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI itu digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait layanan kesehatan, kepesertaan BPJS, serta akses program JKN secara langsung melalui edukasi dan dialog terbuka.
Ratusan Warga Bener Antusias Ikuti Sosialisasi Layanan JKN dari BPJS Kesehatan

BACA JUGA :

Sukisno (70), warga Kota Salatiga, merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah mengalami serangan stroke dan menjalani perawatan intensif serta terapi rutin selama setahun terakhir. Dengan pembiayaan yang dijamin melalui kepesertaan JKN yang ditanggung Pemerintah Kota Salatiga, ia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya hingga kondisinya berangsur pulih dan kembali beraktivitas.
Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Ratusan warga Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang mengikuti sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Aula Pinus Park, Minggu (10/5/2026). Kegiatan yang melibatkan BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI itu digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait layanan kesehatan, kepesertaan BPJS, serta akses program JKN secara langsung melalui edukasi dan dialog terbuka.
Ratusan Warga Bener Antusias Ikuti Sosialisasi Layanan JKN dari BPJS Kesehatan
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku UMKM di Kota Salatiga memanfaatkan program Kementerian Perdagangan untuk memperluas pasar hingga ekspor saat berdiskusi dengan puluhan pelaku usaha kuliner, fesyen, dan kerajinan di Argotelo Salatiga, Kamis (18/6/2026), melalui pelatihan, business matching, hingga akses jaringan perdagangan internasional.
Kunjungi Argotelo Salatiga, Mendag Busan ajak UMKM Tembus Ekspor
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku UMKM di Kota Salatiga memanfaatkan program Kementerian Perdagangan untuk memperluas pasar hingga ekspor saat berdiskusi dengan puluhan pelaku usaha kuliner,...
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh...
18 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 10.00–13
18 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 10.00–13.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di wilayah pesisir Semarang dan Perairan Semarang–Demak terjadi pada Kamis (18/6/2026) antara pukul 10.00 hingga...
Cuaca di Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 18 Juni 2026, diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan masih berpotensi terjadi secara tidak merata pada sore hingga awal malam di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Suhu udara diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan berkisar 50–80 persen.
18 Juni 2026: Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Didominasi Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi di Wilayah Pegunungan
Cuaca di Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 18 Juni 2026, diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan masih berpotensi terjadi...
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Panas Sebentar, Aksi Demo di Gedung DPRD Salatiga Mahasiswa-Polisi Saling Dorong
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Menggugat menggelar demonstrasi di depan DPRD Kota Salatiga, Rabu (17/6/2026), untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan nasional dan...

POPULER

Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab