URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang secara resmi meresmikan sentra batik dan oleh-oleh Kabupaten Semarang untuk memperkenalkan kekayaan batik khas daerah tersebut secara lebih luas. Dilakukan di Pusat Layanan Usaha Terpadu-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-UMKM) Kecamatan Tuntang, peresmian ini dihadiri oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. Dengan melibatkan sekitar 26 perajin batik, Pemkab Semarang memberikan pendampingan dan fasilitas, termasuk ruang pamer, guna mengembangkan produk batik dan meningkatkan popularitasnya hingga mancanegara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kenalkan Batik Hingga ke Mancanegara, Pemkab Semarang Resmikan Sentra Batik Kabupaten Semarang

Kenalkan Batik Hingga ke Mancanegara, Pemkab Semarang Resmikan Sentra Batik Kabupaten Semarang

Kenalkan Batik Hingga ke Mancanegara, Pemkab Semarang Resmikan Sentra Batik Kabupaten Semarang

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menunjukkan batik khas Kabupaten Semarang di salah satu outlet di sentra batik dan oleh-oleh Kabupaten Semarang PLUT-UMKM, Kecamatan Tuntang, Kamis (21/12/2023).

Foto: Win

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menunjukkan batik khas Kabupaten Semarang di salah satu outlet di sentra batik dan oleh-oleh Kabupaten Semarang PLUT-UMKM, Kecamatan Tuntang, Kamis (21/12/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kabupaten Semarang memiliki kekayaan batik khas yang tak kalah dari daerah lain. Di antaranya batik Gemawang dari Kecamatan Jambu, batik ciprat dari Karangtengah Tuntang, batik Maskumambang dari Desa Jetak Getasan, dan batik shibori bunga dahlia khas Kecamatan Bandungan.

Khasanah dunia batik yang beragam itu akan dikenalkan lebih luas, baik ke seluruh pelosok Indonesia hingga ke mancanegara. Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang meresmikan sentra batik dan oleh-oleh Kabupaten Semarang.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menuturkan, dengan peresmian sentra batik dan oleh-oleh ini para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Semarang dapat singgah untuk berbelanja.

“Perajin batik yang ada di Kabupaten Semarang kita fasilitasi agar produknya semakin ngetren dan terkenal hingga ke luar negeri,” ucap Ngesti usai launching sentra batik dan oleh-oleh Kabupaten Semarang di Pusat Layanan Usaha Terpadu-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-UMKM), Kecamatan Tuntang, Kamis (21/12/2023).

Ngesti menyebut, saat ini terdapat sekitar 26 perajin batik yang ada di Kabupaten Semarang. Pemkab Semarang memberikan pendampingan bagi mereka dengan mengajak diskusi bagaimana mengembangkan usahanya.

“Termasuk hari ini, kita berikan fasilitas, kita sediakan tempat untuk ruang pamer agar produknya semakin dikenal,” ujarnya.

Selain sentra batik dan oleh-oleh, Pemkab Semarang juga akan menyediakan tempat kuliner dan ngopi di gedung yang sama. Tujuannya, agar pengunjung bisa bersantap sambil berbelanja.

“Ini kan lokasinya di tepi jalan nasional, nanti masyarakat yang lewat di depan bisa mampir, makan, ngopi, beli oleh-oleh dan belanja batik,” imbuhnya.

Sebagai informasi, bersamaan dengan kegiatan ini juga dilaksanakan soft opening rumah kemas UMKM. Setidaknya ada 600 pelaku UMKM yang saat ini diberikan pendampingan.

“Secara bertahap akan kita belikan alat untuk mengemas agar produk lebih awet. Sate bisa tahan lebih lama, gecok khas Kabupaten Semarang juga bisa tahan sampai 6 bulan,” tuturnya.

Selain di PLUT-UMKM, hal serupa akan dibuka di Pasar Kembangsari Tengaran dan daya tarik wisata (DTW) Bergas Lor. Kemudian, tahun 2024 mendatang akan dilakukan penataan eks Pasar Ikan Higienis Babadan menjadi sentra kuliner dan UMKM agar ekonomi semakin bergerak.

“Seluruh UMKM kita fasilitasi agar naik kelas. Kalau sudah berkembang, harus taat bayar pajaknya. Tapi yang paling penting adalah pergerakan ekonominya, membuka lapangan kerja dan meningkatkan bahan baku hasil pertanian menjadi bahan produk UMKM,” tutup Ngesti. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved