URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Untuk mengurangi kejadian kecelakaan lalu lintas di turunan Salib Putih, Satlantas Polres Salatiga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Salatiga memasang rambu peringatan di tiga titik rawan kecelakaan di Kota Salatiga. Kasat Lantas Polres Salatiga, AKP Suci Anggraini, menjelaskan alasan dan pentingnya pemasangan rambu peringatan di lokasi rawan, sambil berharap tindakan ini dapat mencegah kecelakaan lalu lintas di masa mendatang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kerap Terjadi Laka di Salib Putih, Polres Salatiga dan Dishub Pasang Rambu Peringatan. “Pelan-pelan Pak Sopir!”

Kerap Terjadi Laka di Salib Putih, Polres Salatiga dan Dishub Pasang Rambu Peringatan. “Pelan-pelan Pak Sopir!”

Kerap Terjadi Laka di Salib Putih, Polres Salatiga dan Dishub Pasang Rambu Peringatan. “Pelan-pelan Pak Sopir!”

Foto dok Humas
Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Suci Anggraini bersama kadishub Sri Satuti saat memasang rambu peringgatan di turunan Salib Putih, rabu 1.11.2023
featured-img

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Sebagai upaya untuk menekan kejadian kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi diwilayah turunan Salib Putih, Satlantas Polres Salatiga bersama Dinas Perhubungan Kota Salatiga memasang rambu peringatan. Pemasangan juga dilakukan di tiga titik lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di Kota Salatiga, Selasa, 31/03/2023.

Pantauan rasikafm.com pemasangan rambu dilakukan di tiga titik yang berada di sepanjang jalur Salib Putih, yaitu di Batas Kota Salatiga Kopeng, Depan Kantor Balai Latihan Kerja Salib Putih dan Turunan Perempatan Salib Putih.

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Suci Anggraini menjelaskan jika ditiga titik tersebut di pasang rambu peringatan, agar pengguna jalan khususnya yang dari luar kota lebih berhati-hati dan mengetahui bahwa ada turunan tajam dan panjang sehingga dapat melakukan langkah antisipasi untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

“Kejadian laka lantas di perempatan salip putih (Kumpulrejo) sudah sering terjadi, hal ini dikarenakan kontur jalan dari arah Surakarta menuju Semarang adalah turunan panjang dan tajam, demikian halnya yang dari Kopeng menuju Salatiga juga turunan tajam dan panjang, sehingga ketika mendekati perempatan salib putih bagi pengendara yang tidak mempersiapkan diri sejak dari awal akan terdadak dan tidak mampu mengontrol kendaraan yang bisa menyebabkan terjadinya gagal pengeremen”, jelas AKP Suci Anggraeni.

Pihaknya berharap dengan adanya rambu peringatan “Pelan-pelan Pak Sopir.. !!! Turunan Tajam Dengan Persimpangan”, para pengendara bisa lebih berhati-hati dan mempersiapkan diri dari awal sehingga tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu bagi Slamet Raharjo, warga asal Magelang yang bekerja di Salatiga mengaku salut terhadap upaya dari dinas terkait dan Polisi, dirinya berharap kedepan angka kecelakaan bisa berkurang.

“Apresiasi dengan bapak Polisi yang telah memasang rambu, semoga sopir luar kota bisa melihatnya” ujar Slamet.

BACA JUGA :

Satreskrim Polres Salatiga menangkap buronan yang diduga menjadi otak sindikat pembobolan rekening bank swasta di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Sindikat tersebut diduga menguras saldo nasabah hingga Rp750.747.508 dengan membeli data rekening secara daring, membuat KTP palsu, lalu mengganti kartu ATM korban di kantor cabang bank menggunakan identitas palsu.
Tersangka Pembobolan Rekening Bank Rp750 Juta Ditangkap, Pelaku akui Jualan dari Medsos
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran
Kecelakaan tunggal sebuah bus Isuzu yang mengangkut rombongan wisata terjadi di KM 454+200 Tol Bawen–Salatiga, Kabupaten Semarang, Selasa (30/6/2026) pagi. Diduga akibat pengemudi kehilangan konsentrasi, bus keluar jalur dan masuk ke parit sehingga menyebabkan dua penumpang meninggal dunia, dua lainnya luka-luka, serta kendaraan mengalami kerusakan.
Bus Pariwisata alami Laka Tunggal, 2 Penumpang Meninggal
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Semarang dan Baznas Kabupaten Semarang memulai program bedah tiga rumah tidak layak huni yang ditandai peletakan batu pertama di Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Senin (29/6/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi dalam membantu warga yang membutuhkan.
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Semarang Wujudkan Hunian Layak bagi Tiga Warga
Sebanyak 56 atlet kategori beginner putra dan putri dari sejumlah kota di Indonesia mengikuti Kapolres Salatiga Padel Cup 2026 di Padel Beans, Salatiga, Sabtu-Minggu (27–28/6). Kejuaraan yang digelar Polres Salatiga bersama Pengurus Besar Padel Indonesia Kota Salatiga ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara sekaligus upaya memperkenalkan olahraga padel serta mendorong pembinaan atlet muda.
Jelang HUT Bhayangkara, PBPI Salatiga gelar Kapolres Cup 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar