URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kick Off 24 Oktober,  Polda Jateng Dukung Gelaran Sepak Bola Liga 3

Kick Off 24 Oktober,  Polda Jateng Dukung Gelaran Sepak Bola Liga 3

Kick Off 24 Oktober,  Polda Jateng Dukung Gelaran Sepak Bola Liga 3

featured-img

RASIKAFM – Polda Jateng secara penuh dukung pelaksanaan kompetisi sepak bola Liga 3 yang akan berlangsung pada Minggu ketiga bulan Oktober 2021.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan kompetisi salah satu liga di Indonesia itu akan digelar pada 24 Oktober 2021.

“Polda Jateng mendukung pelaksanaan kompetisi Liga 3 Jawa Tengah yang akan digelar pada pekan ketiga Oktober mendatang,” ujarnya seperti rilis yang diterima Kamis, (23/9/2021).

Dia menyebut ada 26 tim yang mendaftar menjadi peserta. Kemudian dalam pelaksanaanya ini, ia melarang para suporter tim yang berkompetisi di Liga 3  untuk tidak datang langsung mendukung tim kebanggaannya bertanding.

Pernyataan itu ia sampaikan langsung kepada pengurus Asprov PSSI Jateng dan operator Kompetisi Liga 3 Jateng dalam audiensi di ruang kerja Kapolda pada  Selasa (21/9/2021) lalu. Hal tersebut untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang masih melanda Indonesia.

“Dari jumlah tersebut, akan dibagi menjadi lima grup sehingga masing-masing grup berisi lima hingga enam tim. Kompetisi akan digelar dengan sistem setengah kompetisi melalui home tournament,” jelasnya.

Disisi lain, Iqbal menerangkan sejauh ini ada beberapa club dari Liga 3 yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah. Club tersebut menurutnya juga sudah terverivikasi dan sudah memenuhi syarat untuk bisa dijadikan tempat bertanding.

“Sejauh ini sudah ada lima klub yang mengajukan sebagai calon tuan rumah. Mereka adalah Kota Magelang, Temanggung, Pemalang, Kota Pekalongan, dan Kendal,” ujarnya.

“Calon tuan rumah tersebut sudah diverifikasi untuk menentukan kelayakan stadion yang akan dijadikan tempat pertandingan,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved