URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Program JKN membantu Lulus, petani Kendal, mendapatkan pengobatan hipertensi melalui BPJS Kesehatan di Puskesmas Gemuh 02 dan rumah sakit, sejak beberapa tahun terakhir. Kemudahan layanan dan biaya gratis membuatnya tenang, sehingga dapat fokus bekerja tanpa terbebani biaya kesehatan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kisah Lulus, Petani Kendal yang Tak Lagi Cemas Berobat Berkat JKN

Kisah Lulus, Petani Kendal yang Tak Lagi Cemas Berobat Berkat JKN

Kisah Lulus, Petani Kendal yang Tak Lagi Cemas Berobat Berkat JKN

Lulus, Petani asal Kendal tak lagi cemas berkat JKN
Lulus, Petani asal Kendal tak lagi cemas berkat JKN
Featured Image

Rasikafm.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya oleh Lulus (49), seorang petani asal Desa Pujang Rejo, Kabupaten Kendal, yang kini tak lagi cemas menghadapi biaya pengobatan.

Sebagai peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) kelas 3, Lulus mengaku sangat terbantu dalam menjalani pengobatan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dideritanya.

Bagi Lulus, kesehatan merupakan modal utama untuk tetap bisa bekerja di sawah setiap hari. Namun sebelumnya, penyakit yang ia alami sempat menjadi beban pikiran, terutama karena kekhawatiran akan biaya pengobatan yang tidak sedikit.

Perjalanan pengobatan Lulus dimulai dari Puskesmas Gemuh 02 sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Ia rutin memeriksakan kondisi kesehatannya, termasuk tekanan darah.

“Saya merasa sangat dimudahkan. Saat harus dirujuk ke rumah sakit, pengurusan surat rujukan di Puskesmas Gemuh 02 itu cepat sekali, tidak ada kendala sama sekali. Petugasnya paham kalau kondisi saya memang butuh penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, Lulus beberapa kali menjalani rawat inap akibat komplikasi hipertensi. Ia pernah dirawat di RSI Kendal, hingga terakhir pada tahun 2025 harus mendapatkan penanganan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Aisyiyah Kendal.

Selama lima hari menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, Lulus merasakan pelayanan yang baik dan setara, tanpa adanya perbedaan perlakuan sebagai pasien PBI.

“Waktu dirawat lima hari di RS PKU Aisyiyah itu, pelayanannya benar-benar oke. Perawat dan dokternya baik semua. Yang paling penting bagi saya sebagai petani, semua obatnya gratis. Saya pulang tidak perlu keluar biaya tambahan serupiah pun,” ungkapnya.

Menurutnya, kepastian mendapatkan obat secara gratis menjadi hal yang sangat berarti. Ia kini tidak lagi harus membagi penghasilan antara kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan.

Program JKN dinilai telah memberikan rasa aman, terutama bagi masyarakat sektor informal seperti petani. Dengan adanya jaminan kesehatan, Lulus bisa lebih fokus pada pemulihan dan kembali beraktivitas di sawah tanpa dihantui kekhawatiran biaya.

Kisah Lulus menjadi bukti nyata bahwa kehadiran negara melalui BPJS Kesehatan mampu memberikan perlindungan kesehatan yang merata. Pelayanan yang setara serta kemudahan akses menjadi kunci penting dalam memastikan masyarakat tetap terlindungi.

BACA JUGA :

Sukisno (70), warga Kota Salatiga, merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah mengalami serangan stroke dan menjalani perawatan intensif serta terapi rutin selama setahun terakhir. Dengan pembiayaan yang dijamin melalui kepesertaan JKN yang ditanggung Pemerintah Kota Salatiga, ia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya hingga kondisinya berangsur pulih dan kembali beraktivitas.
Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Ratusan warga Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang mengikuti sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Aula Pinus Park, Minggu (10/5/2026). Kegiatan yang melibatkan BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI itu digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait layanan kesehatan, kepesertaan BPJS, serta akses program JKN secara langsung melalui edukasi dan dialog terbuka.
Ratusan Warga Bener Antusias Ikuti Sosialisasi Layanan JKN dari BPJS Kesehatan
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Siswi SD Negeri Salatiga 06, Kiandra Isna Aisha Anindhita, mencatat prestasi gemilang dengan meraih nilai sempurna pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Capaian tersebut mengantarkan Kiandra menjadi peraih nilai rata-rata tertinggi tingkat sekolah dasar di Kota Salatiga, sekaligus menunjukkan kualitas pendidikan dasar yang terus berkembang melalui kerja keras siswa, dukungan keluarga, dan sekolah.
Kiandra, Siswi SDN 06 Salatiga Raih Nilai Sempurna dalam TKA 2026
Siswi SD Negeri Salatiga 06, Kiandra Isna Aisha Anindhita, mencatat prestasi gemilang dengan meraih nilai sempurna pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA)...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Senin, 1 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara di Semarang berkisar 26–34 derajat Celsius dengan kelembapan 50–85 persen, sementara hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi secara tersebar di daerah pegunungan, dataran tinggi, dan sebagian wilayah Jawa Tengah bagian timur pada sore hingga awal malam.
01 Juni 2026: BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan Dominasi Semarang dan Jawa Tengah, Hujan Lokal Berpotensi di Wilayah Timur
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Senin, 1 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara...
Sukisno (70), warga Kota Salatiga, merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah mengalami serangan stroke dan menjalani perawatan intensif serta terapi rutin selama setahun terakhir. Dengan pembiayaan yang dijamin melalui kepesertaan JKN yang ditanggung Pemerintah Kota Salatiga, ia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya hingga kondisinya berangsur pulih dan kembali beraktivitas.
Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas
Sukisno (70), warga Kota Salatiga, merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah mengalami serangan stroke dan menjalani perawatan intensif serta terapi rutin selama setahun terakhir....
DPW PKS Jawa Tengah menyalurkan paket daging kurban kepada Panti Asuhan Katolik Rumah Shalom di Kota Semarang dalam rangka program Syiar Dzulhijjah 1447 Hijriah, Jumat (29/5/2026). Dari sekitar 800 paket daging yang dihasilkan dari penyembelihan lima sapi dan satu kambing, sebanyak 25 paket diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya memperkuat harmoni serta persaudaraan lintas agama di tengah masyarakat.
Tebar Kebahagiaan Tanpa Batas Agama, PKS Jateng Salurkan Daging Kurban ke Panti Asuhan Katolik di Semarang
DPW PKS Jawa Tengah menyalurkan paket daging kurban kepada Panti Asuhan Katolik Rumah Shalom di Kota Semarang dalam rangka program Syiar Dzulhijjah 1447 Hijriah, Jumat (29/5/2026). Dari sekitar 800 paket...
Ratusan warga Muslim, Kristen, Katolik, dan Buddha di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merayakan Waisak 2570 BE dengan tradisi saling mengucapkan selamat usai ibadah di Vihara Buddha Bhumika, Minggu (31/5/2026). Tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun ini menjadi simbol kerukunan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Warga Beda Agama ikut Rayakan Waisak di Batur Getasan
Ratusan warga Muslim, Kristen, Katolik, dan Buddha di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merayakan Waisak 2570 BE dengan tradisi saling mengucapkan selamat usai ibadah di...

POPULER

Komunitas Kridha Beksa Wandawa menggelar kelas Tari Klasik Gaya Surakarta di Pendopo Bung Karno, Salatiga, Minggu (24/5/2026), sebagai upaya melestarikan budaya Jawa di tengah modernisasi. Kegiatan yang awalnya menargetkan 30 peserta ini diikuti 62 orang berusia 12 hingga 62 tahun, yang belajar Tari Golek Sri Rejeki untuk mengenal, menjaga, dan mewariskan seni tradisi kepada generasi masa kini.
Komunitas Kridha Beksa Wandawa Gelar Kelas Tari Klasik di Salatiga, Peserta Membludak
RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo menanggung piutang sebesar Rp2,5 miliar dari pasien titipan pejabat yang belum terselesaikan sejak 2010. Wali Kota Robby Hernawan menyebut pasien layanan mandiri tersebut tidak menyelesaikan pembayaran karena administrasi penagihan tidak jelas, sehingga Pemkot kini mempertimbangkan penghapusan piutang agar tidak membebani keuangan rumah sakit.
Gegara Pasien Titipan Pejabat, RSUD Salatiga Punya Hutang Rp2,5 M

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved