RASIKAFM.COM | UNGARAN — Geliat arus mudik Lebaran di wilayah Kabupaten Semarang mulai terasa. Pantauan pada Sabtu (14/3/2026) di Rest Area KM 429A ruas Tol Semarang–Solo menunjukkan adanya peningkatan volume kendaraan, terutama mobil berplat luar kota dari wilayah Jabodetabek yang memanfaatkan rest area untuk beristirahat.
Sejumlah pemudik terlihat berhenti untuk melepas lelah setelah menempuh perjalanan jauh dari arah barat menuju berbagai daerah di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Salah satu pemudik, Reno (40) asal Lampung yang hendak menuju Jember, mengatakan perjalanan yang ia tempuh dari Jakarta sejak subuh masih relatif lancar meskipun di beberapa titik sempat terjadi kepadatan.
“Penyeberangan kemarin juga masih belum terlalu ramai. Perjalanan dari Jakarta ke sini berangkat dari subuh tadi, sudah mulai padat, tapi masih lancar. Hanya di beberapa titik sempat macet karena ada kecelakaan tabrakan beruntun sebelumnya di wilayah Cikampek,” ujarnya saat ditemui di rest area.
Reno mengaku selama perjalanan telah memanfaatkan rest area untuk beristirahat sebanyak dua kali sejak berangkat dari Jakarta.
“Baru dua kali berhenti istirahat, karena memang berangkat dari subuh,” katanya.
Meski perjalanan relatif lancar, ia menyoroti kondisi jalan tol di beberapa ruas yang dinilai masih kurang baik dan berpotensi mengganggu kenyamanan pemudik.
“Di jalan tol masih banyak yang bolong. Itu jadi kendala bagi pemudik, terutama yang jarang lewat dan belum hafal kondisi jalan,” jelasnya.
Menurut Reno, kerusakan jalan paling banyak ditemui di ruas tol antara wilayah Cirebon hingga Batang.
“Terutama dari Cirebon sampai Batang. Banyak lubang kecil dan tambalan jalan yang cukup mengganggu perjalanan,” tambahnya.
Sebelumnya, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy memprediksi adanya dua gelombang peningkatan arus kendaraan selama periode mudik. Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah dalam penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) di ruas tol sesuai kondisi di lapangan. Selain itu tim urai kemacetan atau tim pengurai kepadatan (tibcar) juga disiagakan di jalur arteri.
“Bagi masyarakat yang melintas di Kabupaten Semarang kami juga menyiapkan berbagai layanan hospitality di pos-pos pengamanan. Jika ada kendala di perjalanan masyarakat dapat menghubungi layanan 110 maupun chatbot Polres Semarang agar kami dapat memberikan respons cepat,” jelasnya. (win)