KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Musim Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih

Musim Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih

Musim Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kekeringan pada musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih kering dari kondisi normal.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menyampaikan puncak musim hujan telah terjadi pada Februari lalu, sementara musim kemarau diperkirakan mulai masuk pada pekan kedua Mei. Saat ini, wilayah Kabupaten Semarang masih berada dalam fase pancaroba.

“Artinya, masih terjadi hujan namun juga mulai ada periode kering yang cukup panjang,” jelasnya di Ungaran, Rabu (22/4/2026).

Ia menyebutkan, durasi musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung antara lima hingga tujuh bulan dengan kondisi di bawah normal, yang mengindikasikan potensi kekeringan lebih tinggi.

Mengantisipasi hal tersebut, BPBD telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga kelestarian sumber air yang ada. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan air bersih selama musim kemarau. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan distribusi air bersih bagi wilayah yang terdampak.

“Kami menyiapkan sekitar 150 tangki air bersih untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air,” ungkapnya.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian utama antara lain Kecamatan Bancak, Suruh, Susukan, Bringin, dan Pringapus. Selain itu, beberapa dusun di wilayah Ungaran, khususnya Kalikayen, juga berpotensi mengalami kekeringan.

BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan melakukan identifikasi kondisi lingkungan serta potensi risiko kekeringan di wilayah masing-masing. Koordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan juga diharapkan dapat mempercepat penanganan jika terjadi krisis air.

“Masyarakat harus tanggap terhadap situasi dan tangguh dalam menghadapi kondisi kemarau,” tegasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Salatiga mengungkap dugaan perjudian sabung ayam di kawasan Grogol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Minggu (1/11/2026). Polisi mengamankan enam orang, termasuk pria berinisial R (50) yang diduga menyediakan lahan sekaligus memperoleh uang meja dari aktivitas taruhan. Petugas turut menyita uang taruhan, dua ayam jago, dan sejumlah barang bukti lainnya.
Sediakan Tempat untuk Judi Sabung Ayam, Warga Salatiga Dicokok Polisi
Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
[pekok2]