KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kominfo Minta Masyarakat Untuk Segera Beralih Ke TV Digital

Kominfo Minta Masyarakat Untuk Segera Beralih Ke TV Digital

Kominfo Minta Masyarakat Untuk Segera Beralih Ke TV Digital

Haryo, anggota Gugus Tugas Migrasi Tv analog ke digital Kominfo usai kegiatan sosialisasi peralihan dari televisi Analog ke televisi digital di sebuah media milik pemerintah, Sabtu (18/9/2021) malam.

RASIKAFM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi terkait peralihan televisi dari Analog ke televisi digital.

Sosialisasi itu dilakukan agar masyarakat segera beralih ke tv digital dengan menyasar seluruh Indonesia sampai menerjunkan tim Gugus Tugas Migrasi Tv analog ke Tv digital.

Perwakilan Kominfo pusat, Haryo secara khusus berkunjung ke Kota Semarang di sebuah stasiun televisi milik pemerintah untuk memberikan edukasi terkait peralihan televisi digital.

“Saya datang ke sini untuk mensosialisasikan peralihan Tv analog ke Tv digital,” terangnya yang juga anggota gugus tugas migrasi Tv analog ke digital Kominfo, Sabtu (18/9/2021) malam.

Dia menyebut di wilayah Jateng sendiri memang sedang ditargetkan untuk seluruh daerah bisa segera beralih dari TV analog ke digital.

Dia menargetkan semua daerah Jateng agar bisa segera beralih saluran Tv digital pada tahun 2022.

“Kecuali Wonogiri sebab daerah tersebut kontur daerahnya kurang mendukung,” ucapnya.

Khusus di Kota Semarang, sambung dia, ditargetkan mematikan tv analog pada 25 Agustus 2022.

“Iya Kota Semarang targetnya itu. Masuk ke tahap dua,” jelasnya.

Dia mengatakan batas terakhir penggunaan tv analog dilakukan pada 2 November 2022. Namun tak semua daerah sama nantinya disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Dia menjelaskan, ada beberapa tahap untuk penghentian siaran digital, tahap pertama pada 30 April 2022, tahap kedua tanggal 25 Agustus 2022 dan tahap ketiga pada tanggal 2 November 2022.

“Selepas itu siaran analog akan diputus total,” ujarnya.

Ia menuturkan, program tersebut bagian dari peningkatan kualitas siaran untuk masyarakat. Masyarakat Indonesia sejak tahun 1962 menggunakan tv analog sedangkan sejak tahun 2000an banyak negara sudah migrasi ke tv digital.

Padahal sistem analog mudah sekali terganggu baik oleh cuaca, kondisi geografi dan faktor lainnya. Sedangkan tv digital banyak keuntungan baik dari segi suara lebih jelas dan gambar lebih bersih dan lebih penting lagi akan lebih variatif program siarannya.

“Saya yakin bagi masyarakat yang sudah merasakan tv digital tak akan kembali ke tv analog karena beragam keunggulan tersebut,” katanya.

Selain itu, tv digital dari segi lembaga penyiaran akan lebih efisien. Lembaga penyiaran dulu harus menggunakan satu lembaga satu  stasiun pemancar kini hal itu bisa berbagi.

Satu stasiun pemancar bisa digunakan untuk berbagai lembaga penyiaran.

“Tak hanya tv milik negara, tv swasta juga sudah banyak beralih ke digital,” paparnya.

Ia mengungkapkan, program tersebut sebenarnya sudah lama dicanangkan sejak tahun 2012. Namun persoalan dasar hukum jadi prosesnya terhambat dan kemudian selepas terbit perubahan undang-undang penyiaran tahun 2020 program itu bisa dilanjutkan kembali.

“Adanya pandemi cukup berdampak untuk bersosialisasi sehingga selepas PPKM ini kami gencarkan sosialisasi lagi, ” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya secara serentak melakukan sosialisasi di 341 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Program itu juga diharapkan mampu meningkatkan siaran budaya lokal dan kesenian tradisional.

Ia menyebut, perubahan digitalisasi tidak dilakukan secara serta merta melainkan dilakukan bertahap. Semisal di Jateng, siaran digital sudah ada semua di daerah kecuali Wonogiri dan ditargetkan baru ada di tahun 2022.

“Jadi silahkan masyarakat Jateng kalau mau coba siaran digital,” tuturnya.

Ia mengajak kepada masyarakat untuk beralih ke siaran digital. Proses peralihan bisa dilakukan secara mudah dan tak perlu merubah tv yang sudah ada tapi kecuali memang berniat mengganti televisi.

Cukup cek televisi apakah sudah mendukung siaran digital. Semisal tv masih analog tidak perlu mengganti cukup membeli alat baru berupa set top box dengan harga  sekitar Rp200  ribu.

“Jika kesulitan mengubah tv analog ke digital bisa menghubungi kami ke call center 159 atau ke akun-akun media sosial kami,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi, antusiasme lembaga penyiaran di Jateng sudah cukup baik dibandingkan dengan daerah lain

“Tv lokalnya juga sudah banyak berlalih ke digital sehingga tentu membuat menarik masyarakat, “imbuhnya.

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]