KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Komisi X DPR RI Soroti Nasib Guru, Data BPS hingga RUU Sisdiknas Saat Kunker di Kabupaten Semarang

Komisi X DPR RI Soroti Nasib Guru, Data BPS hingga RUU Sisdiknas Saat Kunker di Kabupaten Semarang

Komisi X DPR RI Soroti Nasib Guru, Data BPS hingga RUU Sisdiknas Saat Kunker di Kabupaten Semarang

Maria Yohana Esti Wijayanti, Wakil Ketua Komisi X DPR RI ditemui usai melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Semarang, Senin (23/2/2026) sore. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Komisi X DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Semarang, Senin (23/2/2026) sore. Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Maria Yohana Esti Wijayanti dan diterima langsung oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha didampingi Wakil Bupati Nur Arifah bersama jajaran kepala OPD di Ruang Dharma Satya.

Dalam pertemuan tersebut, Esti Wijayanti menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemangku kebijakan, baik dari unsur eksekutif maupun legislatif, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Semarang. Ia menegaskan, salah satu isu utama yang mengemuka adalah persoalan guru. Menurutnya, paparan dari Dirjen Guru baru mencakup guru di sekolah negeri, sementara masih banyak persoalan guru secara umum yang belum terselesaikan.

“Bahkan di sekolah negeri pun masih ada sekitar 200 ribu guru yang belum memiliki kepastian status, termasuk guru paruh waktu. Ini PR yang sangat serius dan harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan guru yang terjadi di Kabupaten Semarang juga menjadi potret kondisi yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, Komisi X juga menerima masukan dari Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) terkait keberadaan aliran kepercayaan dalam sistem pendidikan. Meski jumlah anggota MLKI di Kabupaten Semarang diperkirakan hanya sekitar 600 hingga 1.000 orang, Esti menegaskan mereka tetap warga negara yang harus mendapat perhatian negara.

“Ini akan menjadi bahan pembahasan dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang saat ini tengah digodok DPR RI, termasuk terkait ruang bagi aliran kepercayaan dan para penyuluhnya dalam sistem pendidikan,” lanjutnya.

Komisi X juga menyoroti masukan terkait LLDikti serta pentingnya sinkronisasi data, khususnya menjelang agenda sensus ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Esti menekankan pentingnya validitas data agar kebijakan pemerintah tidak meleset sasaran. Ia meminta BPS memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi untuk menghasilkan data yang akurat.

“Kita butuh data yang valid, bukan data pesanan. Karena dari data itulah kebijakan disusun, baik untuk peningkatan ekonomi maupun program kesejahteraan,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan data yang tidak akurat kerap memicu polemik, seperti penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang menuai protes masyarakat. Padahal, jika data valid, bantuan akan tepat sasaran bagi masyarakat yang berada di desil terbawah.

“Program Keluarga Harapan (PKH) juga masih ditemukan keluarga yang seharusnya berhak menerima bantuan namun tidak terdata dengan baik,” bebernya.

Ia juga menyinggung data pendidikan, seperti rata-rata lama sekolah di Kabupaten Semarang yang masih di bawah rata-rata nasional. Karena itu, pemerintah daerah diminta melakukan pengecekan lapangan guna memastikan kesesuaian antara data dan kondisi riil.

“Kebijakan kabupaten, provinsi, hingga pusat harus jelas dan tidak meleset. Jangan sampai bantuan jatuh ke orang yang tidak tepat, sementara yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkan,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]