URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja membahas persoalan guru, RUU Sisdiknas, dan validitas data. Rombongan dipimpin Maria Yohana Esti Wijayanti dan diterima Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Kantor Bupati Semarang, Senin (23/2/2026). Kunjungan ini menyoroti ketidakpastian status guru dan akurasi data bantuan sosial. DPR mendorong sinkronisasi data dan pembahasan dalam RUU Sisdiknas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Komisi X DPR RI Soroti Nasib Guru, Data BPS hingga RUU Sisdiknas Saat Kunker di Kabupaten Semarang

Komisi X DPR RI Soroti Nasib Guru, Data BPS hingga RUU Sisdiknas Saat Kunker di Kabupaten Semarang

Komisi X DPR RI Soroti Nasib Guru, Data BPS hingga RUU Sisdiknas Saat Kunker di Kabupaten Semarang

Maria Yohana Esti Wijayanti, Wakil Ketua Komisi X DPR RI ditemui usai melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Semarang, Senin (23/2/2026) sore. Foto: win
Maria Yohana Esti Wijayanti, Wakil Ketua Komisi X DPR RI ditemui usai melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Semarang, Senin (23/2/2026) sore. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Komisi X DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Semarang, Senin (23/2/2026) sore. Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Maria Yohana Esti Wijayanti dan diterima langsung oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha didampingi Wakil Bupati Nur Arifah bersama jajaran kepala OPD di Ruang Dharma Satya.

Dalam pertemuan tersebut, Esti Wijayanti menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemangku kebijakan, baik dari unsur eksekutif maupun legislatif, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Semarang. Ia menegaskan, salah satu isu utama yang mengemuka adalah persoalan guru. Menurutnya, paparan dari Dirjen Guru baru mencakup guru di sekolah negeri, sementara masih banyak persoalan guru secara umum yang belum terselesaikan.

“Bahkan di sekolah negeri pun masih ada sekitar 200 ribu guru yang belum memiliki kepastian status, termasuk guru paruh waktu. Ini PR yang sangat serius dan harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan guru yang terjadi di Kabupaten Semarang juga menjadi potret kondisi yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, Komisi X juga menerima masukan dari Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) terkait keberadaan aliran kepercayaan dalam sistem pendidikan. Meski jumlah anggota MLKI di Kabupaten Semarang diperkirakan hanya sekitar 600 hingga 1.000 orang, Esti menegaskan mereka tetap warga negara yang harus mendapat perhatian negara.

“Ini akan menjadi bahan pembahasan dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang saat ini tengah digodok DPR RI, termasuk terkait ruang bagi aliran kepercayaan dan para penyuluhnya dalam sistem pendidikan,” lanjutnya.

Komisi X juga menyoroti masukan terkait LLDikti serta pentingnya sinkronisasi data, khususnya menjelang agenda sensus ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Esti menekankan pentingnya validitas data agar kebijakan pemerintah tidak meleset sasaran. Ia meminta BPS memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi untuk menghasilkan data yang akurat.

“Kita butuh data yang valid, bukan data pesanan. Karena dari data itulah kebijakan disusun, baik untuk peningkatan ekonomi maupun program kesejahteraan,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan data yang tidak akurat kerap memicu polemik, seperti penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang menuai protes masyarakat. Padahal, jika data valid, bantuan akan tepat sasaran bagi masyarakat yang berada di desil terbawah.

“Program Keluarga Harapan (PKH) juga masih ditemukan keluarga yang seharusnya berhak menerima bantuan namun tidak terdata dengan baik,” bebernya.

Ia juga menyinggung data pendidikan, seperti rata-rata lama sekolah di Kabupaten Semarang yang masih di bawah rata-rata nasional. Karena itu, pemerintah daerah diminta melakukan pengecekan lapangan guna memastikan kesesuaian antara data dan kondisi riil.

“Kebijakan kabupaten, provinsi, hingga pusat harus jelas dan tidak meleset. Jangan sampai bantuan jatuh ke orang yang tidak tepat, sementara yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkan,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menjadi tuan rumah International Academic Workshop “Exploring LEGO-STEM Based Learning for Creativity, Collaboration, and Problem-Solving Skills” bersama dua profesor dari Belgia. Kegiatan yang bekerja sama dengan LP2M UIN Salatiga tersebut melibatkan murid dari sejumlah sekolah untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah melalui pembelajaran berbasis STEM.
Perluas Pengalaman Belajar Siswa, SMA Sainstek Salatiga Hadirkan Profesor dari Belgia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan