URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bermain tanpa striker andalan yaitu Carlos Fortes masih jadi Pekerjaan Rumah (PR) lini depan PSIS Semarang. Palatih PSIS Semarang, Sergio Alexandre menilai bahwa pemain asal Portugal itu memang masih jadi tumpuan utama lini serang tim Laskar Mahesa Jenar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Komunikasi Lini Depan Tanpa Fortes Masih Jadi PR PSIS Semarang

Komunikasi Lini Depan Tanpa Fortes Masih Jadi PR PSIS Semarang

Komunikasi Lini Depan Tanpa Fortes Masih Jadi PR PSIS Semarang

Sergio Alexandre saat jumpa pers usai laga melawan Rans Nusantara FC mengaku komunikasi lini serang tanpa Carlos Fortes masih belum sesuai dengan yang diharapkan, Sabtu (23/7/2022) di Stadion Jatidiri.
featured-img

SEMARANG – Bermain tanpa striker andalan yaitu Carlos Fortes masih jadi Pekerjaan Rumah (PR) lini depan PSIS Semarang. Palatih PSIS Semarang, Sergio Alexandre menilai bahwa pemain asal Portugal itu memang masih jadi tumpuan utama lini serang tim Laskar Mahesa Jenar.

Sergio mengaku komunikasi lini depan tanpa Fortes masih belum berjalan dengan sesuai dengan apa yang ia harapkan. Oleh karena itu Sergio mengaku jika dia kehilangan Carlos Fortes.

“Kita sudah cari alternatif dengan menurunkan pemain dengan kondisi yang berbeda tetapi masih belum jalan,” ujarnya saat konferensi pers usai pertandingan melawan Rans Nusantara FC.

Akan tetapi Alexandre terus berupaya untuk berbenah agar tidak terpengaruh dari perubahan yang ia lakukan ketika Fortes tidak bermain. Mengingat saat ini lini depan tanpa Fortes juga masih berdampak pada saat menyerang.

“Komunikasi akan kami perbaiki. Ke depan saya harap semua kesalahan di pertandingan ini bisa diperbaiki saat latihan,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pemain PSIS Semarang, Reza Irfana menyampaikan jika rekan-rekannya sudah berusaha semaksimal mungkin. Ia berharap bisa memenangkan pertandingan dan terus konsisten.

“Hari ini jadikan evaluasi saja. Fokus untuk pertandingan selanjutnya,” imbuh Reza.

Dari hasil pertandingan ini, PSIS Semarang hanya mendapatkan 1 poin di papan klasemen BRI Liga 1. Selanjutnya tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini akan melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara