URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tak kurang dari 75 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berasal dari 9 SLB dan 2 homeschooling di Kabupaten Semarang unjuk kebolehan dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2022. Mereka menampilkan berbagai kreasi, mulai dari tari, olah suara, fashion show hingga pantomim.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Komunitas Karangjati Nyawiji Berikan Ruang Kaum Difabel Berkreasi

Komunitas Karangjati Nyawiji Berikan Ruang Kaum Difabel Berkreasi

Komunitas Karangjati Nyawiji Berikan Ruang Kaum Difabel Berkreasi

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tak kurang dari 75 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berasal dari 9 SLB dan 2 homeschooling di Kabupaten Semarang unjuk kebolehan dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2022. Mereka menampilkan berbagai kreasi, mulai dari tari, olah suara, fashion show hingga pantomim.

Ketua Komunitas Karangjati Nyawiji Mukhtar Widianto menuturkan kegiatan ini merupakan ruang dan ajang bagi anak-anak difabel untuk menampilkan karyanya.

“Hari ini bersyukur 9 SLB dan 2 homeschooling bisa ikut semua. Ditambah lagi kehadiran Pak Wakil Gubernur, jadi apresiasi yang besar bagi kami,” ujarnya ditemui di sela peringatan HDI 2022 Kabupaten Semarang di gedung Nayaka Praja, komplek kantor Kecamatan Bergas, Kamis (1/12/2022).

Dijelaskan Mukhtar, motivasi penyelenggaraan kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa percaya diri bagi kaum difabel khususnya anak-anak untuk bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak. Terlebih komunitasnya memang konsern di bidang sosial budaya dan arkeologi. Setiap ada kegiatan sering melibatkan anak-anak difabel.

“Harapannya, selain di sekolah mereka pun bisa berkolaborasi dengan kelompok lain. Artinya memang memberikan ruang bagi mereka berkreasi. Hasil karya mereka juga dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

Mukhtar berpesan kepada para penyandang disabilitas untuk tidak berkecil hati. Mereka harus memiliki rasa bangga atas kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Kepada masyarakat juga diminta untuk tidak mengucilkan, sebab mereka juga memiliki hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Apapun doanya pasti akan didengarkan Tuhan dan bisa terwujud. Anak-anak difabel memiliki nilai sendiri, apapun yang dilakukan mereka bisa membuat kita terkesan, dan mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak yang lain,” bebernya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) yang berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan pihaknya terus meningkatkan akses pelayanan umum kepada warga difabel. Sehingga mereka dapat menikmati pelayanan tersebut seperti warga lainnya.

“Mereka memiliki berbagai kelebihan yang bahkan tidak dipunyai warga biasa,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini Wagub juga mengajak anak-anak untuk menonton film berjudul ‘Tegar’. Ia berharap, film Tegar yang mereka tonton nanti bisa diinformasikan kepada masyarakat secara lebih luas, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak disabilitas. Keluarga tidak perlu menyembunyikan, jika memiliki anak berkebutuhan khusus karena justru akan merugikan masa depan anak tersebut.

“Saya berharap, dengan melihat (film) Tegar bisa mengajak kita semua untuk terbuka, memberikan fasilitas kepada mereka karena mereka semua juga punya hak untuk belajar,” pungkasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga menerjunkan 30 anggotanya untuk mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ketua PPI Kota Salatiga Aditya Ramadhan menyebut kolaborasi bersama TNI dan masyarakat ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pengalaman perdana yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong.
Terjun Langsung Bantu TMMD, PPI Salatiga bantu Kegiatan Kemasyarakatan
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved