KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kopdes Merah Putih Bergas Kidul Siap Beroperasi, Dorong Kemandirian dan UMKM Warga

Kopdes Merah Putih Bergas Kidul Siap Beroperasi, Dorong Kemandirian dan UMKM Warga

Kopdes Merah Putih Bergas Kidul Siap Beroperasi, Dorong Kemandirian dan UMKM Warga

Pembangunan Kopdes Merah Putih Bergas Kidul telah rampung. Kopdes ini telah memiliki 200-an anggota dan siap beroperasi. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, siap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, baik sektor pangan, pertanian, maupun peternakan. Koperasi yang berlokasi di tepi ruas jalan nasional, tepatnya Jalan Soekarno-Hatta ini diharapkan menjadi penggerak perekonomian desa.

Kepala Desa Bergas Kidul, Heri Nugroho, mengatakan kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan mampu membawa kemandirian desa sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat. Menurutnya, koperasi ini akan fokus pada pemberdayaan warga, khususnya di bidang pertanian, peternakan, dan UMKM.

“Harapannya koperasi ini bisa menumbuhkembangkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Bergas Kidul, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan UMKM,” ujarnya ditemui di Kopdes Merah Putih Bergas Kidul, Selasa (3/2/2026).

Heri menjelaskan, Kopdes Merah Putih direncanakan menjadi salah satu pemasok tunggal bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah Desa Bergas Kidul.

“Ada tiga SPPG yang akan kita support dari Kopdes ini,” jelasnya.

Selain itu, karena desa ini merupakan kawasan industri, koperasi juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri serta menjadi distributor penyaluran barang jadi. Dari sisi sumber daya manusia, koperasi telah merekrut sembilan orang pengurus dan enam orang sebagai motor penggerak. Menariknya, sebagian pengurus berasal dari mantan pegawai bank BUMN dan pengelola BMT di Kabupaten Semarang yang memilih mengundurkan diri untuk fokus mengembangkan koperasi desa.

“Kami juga menjalin kerja sama dengan industri besar, salah satunya PT Sido Muncul, yang memberikan pendampingan melalui program CSR, khususnya dalam pengembangan peternakan dan perekonomian kerakyatan,” tambah Heri.

Sementara itu, Ketua Kopdes Merah Putih Bergas Kidul, Gilar Wicaksono, menyampaikan pembangunan fisik koperasi telah rampung dengan luas bangunan sekitar 1.000 meter persegi. Sebelum beroperasi, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan koperasi sebagai program pemerintah yang diharapkan menjadi angin segar bagi pelaku UMKM.

“Nantinya produk UMKM bisa dititipkan di koperasi. Selain itu, distribusi kebutuhan pokok maupun barang subsidi pemerintah seperti pupuk dan LPG bisa lebih sederhana dan harganya lebih terjangkau,” benernya.

Menurut Gilar, Desa Bergas Kidul memiliki banyak sentra UMKM yang telah berjalan, mulai dari usaha keripik, pertanian, hingga peternakan.

“Seluruh potensi tersebut akan difasilitasi koperasi, termasuk penjualan hasil panen agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas,” urainya.

Saat ini, Kopdes Merah Putih Bergas Kidul telah memiliki sekitar 200 anggota. Besaran iuran pokok ditetapkan Rp100 ribu dan iuran wajib Rp10 ribu per bulan. Anggota koperasi nantinya akan mendapatkan manfaat berupa Sisa Hasil Usaha (SHU) yang besarannya disesuaikan dengan tingkat keaktifan masing-masing anggota.

“Sekarang kami fokus pada branding agar saat launching nanti masyarakat sudah mengenal koperasi ini dan pengelolaannya bisa langsung berjalan optimal,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]