KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Krisis Air Bersih di Lingkungan Sekolah Masih Berlanjut, BPBD Droping Air Lagi

Krisis Air Bersih di Lingkungan Sekolah Masih Berlanjut, BPBD Droping Air Lagi

Krisis Air Bersih di Lingkungan Sekolah Masih Berlanjut, BPBD Droping Air Lagi

UNGARAN – Desa Rembes, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang menjadi salah satu wilayah langganan yang terdampak kekeringan. Pada musim kemarau seperti saat ini, biasanya ditandai dengan menurunnya debit air di sumur milik warga maupun sumur di beberapa fasilitas umum lainnya.

Di SD Negeri Rembes 1, para peserta didik bahkan diminta membawa 1 liter setiap hari ke sekolah untuk keperluan mereka. Hal itu dilakukan karena fasilitas pendidikan itu juga terkena dampak musim kemarau.

“Kemarin anak didik kami memang sempat membawa air dari rumah. Karena sumur yang ada di sekolah kering, sementara sumber air yang lain letaknya lumayan jauh,” ungkap Kepala SDN Rembes 1, Titin Yudhiati.

Disampaikan Titin, atas kondisi itu pihaknya telah melaporkannya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang.

“Alhamdulillah respon BPBD cukup cepat. Kami langsung mendapatkan droping air, bahkan dipinjami tandon air juga,” jelasnya.

Sementara Plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang Mohammad Maskuri menyampaikan, setelah beberapa hari lalu dialami SDN Rembes 1, kini giliran SDN Wiru 3, Desa Wiru di Kecamatan Bringin juga mengalami krisis air bersih. Pihak sekolah pun akhirnya mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang.

“Kami menerima permohonan bantuan air bersi dari SDN 3 Wiru, Kamis (11/8/2022) malam,” ungkapnya.

Permohonan bantuan droping air bersih oleh SDN Wiru 3 ini, telah ditindaklanjuti oleh BPBD Kabupaten Semarang. Pihaknya telah mengirimkan bantuan air bersih untuk sekolah tersebut sebannyak 5.000 liter atau satu mabil tangki ke SDN 3 Wiru.

“Sama seperti yang kami kirim ke SDN Rembes 1 kemarin, untuk SDN Wiru 3 juga kami kirim 5.000 liter air,” pungkasnya. (win)

Leave a Comment

Leave a Comment

Kabar Terkini

Leave a Comment

Leave a Comment

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang