KABAR RASIKA

Kunjungan Kerja Industri, 36 Siswa SMA 1 Tengaran, Belajar di PT Digdaya Berkah Indonesia

Kunjungan Kerja Industri, 36 Siswa SMA 1 Tengaran, Belajar di PT Digdaya Berkah Indonesia

Kunjungan Kerja Industri, 36 Siswa SMA 1 Tengaran, Belajar di PT Digdaya Berkah Indonesia

Sedikitnya 36 siswa siswi dari SMA Negeri 1 Tengaran melakukan kunjungan kerja industri ke PT Digdaya Berkah Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak dalam Eksport Briket Arang Tempurung Kelapa, yang ada di Jalan Kebo Kanigoro Tugu Bener Tengaran, Selasa 27 September 2022 pagi.

Dalam Kunjungannya mereka yang didampingi 3 guru kimia tersebut dalam rangka untuk mengetahui lebih dekat proses pembuatan briket arang dan juga peluang ekspor.

Kepada Rasika FM, Agus Srimulyono guru kimia SMK Tengaran mengatakan kedatangannya bersama murid dari jurusan IPA memang ingin mengetahui dari dekat proses pembuatan briket, mulai dari proses blanding, hamermill, Oven hingga packing.karena hal ini ada kaitannya dengan mata pelajaran kimia, apalagi Briket saat ini menjadi salah satu bahan bakar aternatif kedepannya.

“dari pihak sekokah merasa perlu memperkenalkan dunia industri sejak dini, agar kedepan mereka lebih paham, apalagi dimasa mendatang industri briket prospeknya bagus” kata Agus.

Agus menambahkan jika kedepan briket bisa menjadi bahan bakar diperbarukan, bahkan kegiatan kali ini juga selaras dengan profil pelajar Pancasila.

“saya berharap anak didik bisa terinspirasi setelah mengunjunggi pabrik arang ini, jadi dalam minset siswa mereka kedepan tidak harus menjadi PNS, buktinya ada pengusaha arang juga bisa sukses” kata Agus.

Sementara itu bagi Arni salah seorang siswi kelas 11 mengatakan dirinya senang dengan adanya kegiatan kunjungan ke industri kali ini, karena bisa mengetahui proses pembuatan dan melihat secara langsung, “ini pengalaman pertama saya datang ke pabrik areng, sebelumnya hanya tahu melalui youtube saja” ungkap Arni.

Dalam kunjungan kerja kali ini mereka diterima langsung oleh Dirut PT. Digdaya Berkah Indonsia, Redy Digdaya, yang didampingi oleh Direktur Devint.

Pantauan Rasika siswa terlihat aktif bertanya dalam acara tersebut, mulai dari proses pembuatan, sampai dengan packing.

Agus Srimulyono guru SMA 1 Tengaran saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px