URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah bersama Kanwil Kemenag Jateng meluncurkan buku pedoman Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Grha Abdi Praja, Ambarawa, Selasa (21/10/2025). Program ini bertujuan menumbuhkan semangat toleransi dan mengurangi bullying di sekolah melalui pembelajaran lintas agama yang menekankan cinta dan saling menghargai.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kurikulum Berbasis Cinta Diharapkan Tanamkan Toleransi dan Cegah Perundungan di Sekolah

Kurikulum Berbasis Cinta Diharapkan Tanamkan Toleransi dan Cegah Perundungan di Sekolah

Kurikulum Berbasis Cinta Diharapkan Tanamkan Toleransi dan Cegah Perundungan di Sekolah

Wakil Bupati Semarang Nur Arifah memukul tambur sebagai tanda peluncuran buku pedoman pembelajaran dan pengawasan KBC di Grha Abdi Praja, kompleks Kantor Camat Ambarawa, Selasa (21/10/2025). Foto: Diskominfo Kab. Semarang
Wakil Bupati Semarang Nur Arifah memukul tambur sebagai tanda peluncuran buku pedoman pembelajaran dan pengawasan KBC di Grha Abdi Praja, kompleks Kantor Camat Ambarawa, Selasa (21/10/2025). Foto: Diskominfo Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Zuhar Mahsum, menegaskan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dikembangkan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jateng diharapkan mampu menumbuhkan semangat toleransi serta rasa saling menghargai di lingkungan sekolah.

“Penerapan kurikulum berbasis cinta ini dapat mengurangi potensi terjadinya bullying di kalangan pelajar,” ujarnya usai peluncuran buku pedoman pembelajaran dan pengawasan KBC di Grha Abdi Praja, kompleks Kantor Camat Ambarawa, Selasa (21/10/2025).

Peluncuran buku pedoman KBC ditandai dengan penyerahan buku pedoman implementasi lintas agama oleh perwakilan Kelompok Kerja Guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG MGMP) pelajaran agama lintas agama kepada Kepala Kanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab.

Zuhar menambahkan, praktik bullying di sekolah berdampak buruk terhadap kondisi psikologis korban, bahkan dalam beberapa kasus bisa berujung tragis. Karena itu, ia berharap pengajaran dan pengawasan dengan pendekatan kurikulum berbasis cinta dapat menciptakan suasana belajar yang penuh kasih, toleran, serta membentuk karakter positif siswa.

Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, menjelaskan bahwa buku pedoman tersebut disusun oleh kelompok pengawas lintas agama sebagai panduan untuk menumbuhkan karakter toleransi di kalangan peserta didik.

“Pesan utamanya, agar setiap siswa dapat menjaga dirinya, lingkungannya, dan sesamanya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nur Arifah dalam sambutan tertulis Bupati Semarang menilai penyusunan buku pedoman lintas agama ini merupakan langkah maju dalam memperkuat penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang dicanangkan Kementerian Agama.

“Pedoman ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter cinta kasih, toleransi, dan saling menghargai antar sesama,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga