URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kasus gantung diri kembali terjadi di wilayah Kabupaten Semarang selama dua hari berturut-turut. Setelah kemarin terjadi di wilayah Desa Ujung-Ujung, Pabelan, kali ini terjadi di Dusun Legoksari, Desa Duren, Kecamatan Bandungan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lagi! Pria di Bandungan Akhiri Hidup Gara-gara Penyakit Tak Kunjung Sembuh

Lagi! Pria di Bandungan Akhiri Hidup Gara-gara Penyakit Tak Kunjung Sembuh

Lagi! Pria di Bandungan Akhiri Hidup Gara-gara Penyakit Tak Kunjung Sembuh

featured-img

UNGARAN – Kasus gantung diri kembali terjadi di wilayah Kabupaten Semarang selama dua hari berturut-turut. Setelah kemarin terjadi di wilayah Desa Ujung-Ujung, Pabelan, kali ini terjadi di Dusun Legoksari, Desa Duren, Kecamatan Bandungan.

Korban adalah Sukiyatno (55), ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di pohon kelengkeng setinggi empat meter di samping rumah warga setempat, Rabu (31/8/2022).[irp posts=”41847″ name=”Dipicu Masalah Keluarga, Pria di Pabelan Pilih Gantung Diri”]

Juwadi, salah seorang saksi kejadian mengatakan sebelum ditemukan korban sempat terlihat membeli bubur sekira pukul 08.00 WIB.

“Tapi terlihat pendiam, saya tegur juga nggak jawab, nggak seperti biasanya,” ujarnya.

Kemudian sekira pukul 10.00 WIB ia mendapatkan laporan dari tetangganya bahwa korban gantung diri di sebuah pohon kelengkeng. Kejadian itu segera dilaporkannya kepada perangkat desa setempat dan diteruskan kepada petugas Polsek Bandungan.

Kapolsek Bandungan Iptu Ari Parwanto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Korban diduga depresi akibat menderita penyakit menahun yang tak kunjung sembuh.

“Dua bulan lalu sempat opname di Rumah Sakit Ken Saras selama enam minggu,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, tidak ditemukan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Bekas luka hanya terlihat di leher akibat jeratan. Keluarga juga menolak autopsi sehingga kami serahkan untuk dimakamkan,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga menerjunkan 183 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 15 Juni–31 Agustus 2026. Pendataan menyasar seluruh usaha nonpertanian, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. BPS menekankan profesionalisme petugas dan mengapresiasi respons kooperatif masyarakat guna menghasilkan data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi.
Petugas Sensus Ekonomi Turun ke Lapangan, Respons Warga Salatiga Seperti apa?
Speling Jadi Program Unggulan Ahmad Luthfi, Tuai Apresiasi dari Bappenas
Speling Jadi Program Unggulan Ahmad Luthfi, Tuai Apresiasi dari Bappenas
AIR BERSIH
Antisipasi Kekeringan di Sejumlah Wilayah, Pemkab Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah
Lima mitra pengemudi ojek online dari Jawa Tengah dan DIY memenangkan sepeda motor Yamaha Lexi 155 dalam Program Berkah Ojek Online MyPertamina (BOOM) Periode 1 yang digelar PT Pertamina Patra Niaga. Para pemenang terpilih setelah rutin bertransaksi menggunakan aplikasi MyPertamina dan menukarkan poin menjadi voucher undian. Program apresiasi bagi pengguna Pertamax Series ini berlangsung hingga 31 Oktober 2026 dengan total hadiah 100 unit sepeda motor.
Rutin Pakai MyPertamina, Lima Driver Ojol di Jateng-DIY Bawa Pulang Yamaha Lexi
Pembangunan akses On/Off Ramp Pattimura di Kota Salatiga terus menunjukkan perkembangan dengan progres konstruksi mencapai 13,2 persen hingga Juni 2026. Proyek yang dikerjakan PT Trans Marga Jateng ini ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027 untuk memperkuat konektivitas dengan Tol Semarang–Solo, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pariwisata di wilayah Salatiga dan sekitarnya.
Akses Tol Pattimura Salatiga Dikebut, Progres Sudah 13,2 Persen dan Ditarget Beroperasi Awal 2027

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Pembangunan akses On/Off Ramp Pattimura di Kota Salatiga terus menunjukkan perkembangan dengan progres konstruksi mencapai 13,2 persen hingga Juni 2026. Proyek yang dikerjakan PT Trans Marga Jateng ini ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027 untuk memperkuat konektivitas dengan Tol Semarang–Solo, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pariwisata di wilayah Salatiga dan sekitarnya.
Akses Tol Pattimura Salatiga Dikebut, Progres Sudah 13,2 Persen dan Ditarget Beroperasi Awal 2027
Menuju Era Baru Trans Semarang Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan