URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika ke dalam rumah tahanan (rutan) dengan cara melempar bungkusan menggunakan bola tenis dari tembok terluar belakang Lapas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lapas Semarang Kembali Gagalkan Penyeludupan Sabu Dengan Modus Melempar Menggunakan Bola Tenis

Lapas Semarang Kembali Gagalkan Penyeludupan Sabu Dengan Modus Melempar Menggunakan Bola Tenis

Lapas Semarang Kembali Gagalkan Penyeludupan Sabu Dengan Modus Melempar Menggunakan Bola Tenis

featured-img

SEMARANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika ke dalam rumah tahanan (rutan) dengan cara melempar bungkusan menggunakan bola tenis dari tembok terluar belakang Lapas.

Kejadian berawal ketika Petugas Komandan Jaga, M. Roem bertugas kontrol keliling secara berkala di area branggang belakang lapas yang merupakan sekat antara tembok terluar pada Selasa (26/10/2021) pukul 18.30 WIB.

Kecurigaan bermula Ketika petugas menemukan bola tenis asing pada rumput semak-semak. Selanjutnya M. Roem menghubungi Kepala Seksi Keamanan, Muhtadi untuk selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Ngaliyan.

“Diduga narkotika yang akan diselundupkan dengan modus melempar dari luar tembok namun upaya tersebut gagal tidak sampai ke dalam blok hunian,” ujarnya kepada halosemarang.id Rabu (27/10/2021).

Sementara itu, Kalapas Semarang, Supriyanto menjelaskan setelah dilakukan pemeriksaan, didalam bungkusan itu ternyata adalah paket narkotika jenis sabu-sabu.

“Setelah dibuka bungkusan itu berisi sabu seberat 0,97 gram dalam 3 bungkusan klip kecil,” tuturnya.

Ia menduga paket haram tersebut dilempar dari luar tembok belakang Lapas dimasukkan ke dalam bola tenis agar lemparan bisa jauh masuk ke dalam rutan.

“Sabu tersebut sudah kami serahkan kepada Polsek Ngaliyan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Supriyanto.

Sebelumnya, pihak lapas telah memasang tembok pagar tambahan yang sudah dimulai dari samping utara Lapas yang bersampingan langsung dengan jalan raya dan di branggang belakang lapas telah dipasang enam kamera pengawas CCTV yang berbatasan dengan lahan kosong milik warga sekitar.

“Barang tersebut tidak akan sampai blok hunian karena jarak yang terlalu jauh dan akan segera diamankan oleh petugas Lapas apabila ditemukan,” terangnya.

Panit Opsnal Polsek Ngaliyan, Aiptu Thomas Agung Triyono menegaskan, bahwa pihaknya akan terus membantu Lapas dalam penanganan upaya penyelundupan barang terlarang ke Lapas.

“Kami sudah kerahkan anggota untuk patroli sambang Lapas dari subuh hingga pagi hari untuk deteksi dini kejadian kejadian tak terduga di lapas,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting