RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Lebaran Hari Ketiga, Wali Kota Salatiga Cek Layanan Kesehatan

Lebaran Hari Ketiga, Wali Kota Salatiga Cek Layanan Kesehatan

Lebaran Hari Ketiga, Wali Kota Salatiga Cek Layanan Kesehatan

Wali Kota Salatiga Robby Hernawan bersama Asisten Administrasi Umum Sekda, Sidqon Effendi, dan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Prasit Al Hakim, melakukan pengecekan pelayanan kesehatan di RSUD Kota Salatiga, Puskesmas Kalicacing, dan Puskesmas Cebongan.
Foto dok IST
Wali kota Salatiga saat cek layanan kesehatan

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekda, Sidqon Effendi, dan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Prasit Al Hakim, melakukan cek pelayanan kesehatan di RSUD Kota Salatiga, Puskesmas Kalicacing, dan Puskesmas Cebongan. Pengecekan ini dilakukan satu hari setelah lebaran, Rabu (2/4/25), guna memastikan pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat Kota Salatiga tetap berjalan normal.

Robby merasa puas dengan pelayanan kesehatan pasca lebaran yang ada di RSUD Salatiga.

“Saya tadi berkeliling ke pendaftaran, poliklinik, ruang perawatan, saya liat semua berjalan baik, tidak ada antrian pelayanan yg lama, semua bisa terlayani dengan baik. Saya tadi juga mengunjungi pasien-pasien yang sedang rawat inap, semua menyatakan mendapatkan pelayanan yang baik dari dokter maupun perawat,” ujarnya.

“Masa tunggu untuk kamar di UGD pasti ada, karena menunggu kamar disiapkan dsb, tapi masih dalam batas yang wajar, tidak sampai berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Untuk poliklinik seyogya nya dilayani oleh beberapa dokter secara bergiliran supaya masyarakat lebih cepat tertangani dengan baik. Secara umum pelayanan kesehatan pasca lebaran normal tidak ada kendala,” tambahnya.

Robby Saat berikan keterangan kepada media

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana