URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polsek Pedurungan Polrestabe Semarang mengamankan lima orang terkait pengeroyokan berujung maut yang terjadi di Kawasan Terminal Penggaron, Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan Kota Semarang pada Minggu (13/11/2022) dini hari lalu

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lima Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Maut di Terminal Penggaron Semarang

Lima Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Maut di Terminal Penggaron Semarang

Lima Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Maut di Terminal Penggaron Semarang

Kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara pengeroyokan mengakibatkan korban meninggal dunai di Kawasan Terminal Penggaron, Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.
featured-img

SEMARANG – Polsek Pedurungan Polrestabe Semarang mengamankan lima orang terkait pengeroyokan berujung maut yang terjadi di Kawasan Terminal Penggaron, Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan Kota Semarang pada Minggu (13/11/2022) dini hari lalu.

Saat ini, terduga pelaku tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pedurungan untuk memastikan keterbuktiannya dalam aksi pengeroyokan tersebut. “Sudah lima orang diamankan. Sudah diamankan di Polsek Pedurungan,” ujar Kapolsek Pedurungan, Kompol Dina Novitasari saat dikonfirmasi, Kamis (17/11/2022).[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan menjelaskan, kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Polsek Pedurungan. Terkait motif dan modus operandi pengeroyokan tersebut masih dalam penyidikan oleh kepolisian.

“Masih ditangani Polsek Pedurungan, tunggu rilis resminya. Informasinya sudah ada penangkapan,” katanya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menerangkan, dalam peristiwa pengeroyokan ini, korban berinisial BAS warga Dadapsari, Semarang Utara ini mengalami luka bacok parah dibagian kaki kanan, kepala dan punggung. Korban dikeroyok oleh tujuh orang tak dikenal setelah pulang karaoke di depan Terminal Penggaron pada pukul 02.00 WIB.

“Di depan pintu keluar Terminal Penggaron saksi melihat ada sekira 7 orang. Dua orang membawa bambu dan 1 orang membawa celurit,” paparnya.

“Orang yang membawa celurit membacok korban mengenai kaki kanan, punggung kanan, dan kepala samping kiri. Korban di bawa ke RS Bhayangkara dan diperiksa oleh dokter ternyata korban sudah meninggal dunia,” tambahnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon