URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 22 mahasiswa asing Universitas Kristen Satya Wacana mengikuti field trip ke UMKM Argotelo di Ledok, Argomulyo, Salatiga. Kegiatan rutin DIKER ini digelar untuk mengasah soft skill dan mengenalkan kewirausahaan melalui praktik olah dan tanam singkong serta eksplorasi wisata kota.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mahasiswa Asing UKSW Belajar Kewirausahaan di Argotelo Salatiga, Asah Soft Skill dan Pengalaman

Mahasiswa Asing UKSW Belajar Kewirausahaan di Argotelo Salatiga, Asah Soft Skill dan Pengalaman

Mahasiswa Asing UKSW Belajar Kewirausahaan di Argotelo Salatiga, Asah Soft Skill dan Pengalaman

Mahasiswa asing diajak terjun langsung ke lapangan menanam singkong
Mahasiswa asing diajak terjun langsung ke lapangan menanam singkong
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Belajar dan mengasah soft skill tidak selalu didapat di dalam kelas. Ini yang dirasakan oleh dua puluh dua mahasiswa asing dari India, Timor Leste, Ghana, dan Bangladesh yang menempuh pendidikan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Melalui kegiatan Field Trip yang diselenggarakan oleh Direktorat Kerja Sama (DIKER) UKSW, mahasiswa asing diajak terjun langsung ke lapangan untuk belajar kewirausahaan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) olahan singkong yakni Argotelo yang berlokasi di Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Para mahasiswa asing tersebut berkesempatan menyaksikan dan mempraktikkan proses mengolah singkong di Argotelo, mulai dari pengupasan, penggorengan, hingga pengemasan.

Acara semakin seru saat mahasiswa asing praktik langsung menanam hingga panen singkong di lahan dengan penuh semangat. Suara tawa dan sorak kegembiraan terdengar ketika mereka menari tarian panen “Telo” Bersama, yang berpadu dengan tarian daerah Nusantara. Tidak hanya belajar membangun usaha, mereka juga juga diajak untuk mengenal lebih dekat Kota Salatiga melalui kegiatan Jeep Trip yang memberikan pengalaman eksplorasi sekaligus petualangan.

Maryanah, S.Pd., selaku Staf DIKER sekaligus koordinator acara field trip menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mengasah soft skill dan memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa asing di UKSW untuk lebih mengenal wisata Kota Salatiga. Menurutnya, pembelajaran langsung di lapangan memberikan pemahaman yang lebih konkret bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia.

“Kegiatan field trip merupakan program rutin DIKER yang diselenggarakan setiap semester ganjil dan genap. Field trip kali ini mengajarkan kepada mahasiswa asing bahwa memulai usaha tidak selalu harus dalam skala besar, melainkan bisa dimulai dari langkah kecil yang ditekuni secara konsisten,” katanya.

Maryanah berharap setelah mengikuti field trip ini, mahasiswa mendapatkan pengetahuan atau ide bisnis yang dapat mereka terapkan ketika mereka lulus dari UKSW sekaligus momen untuk belajar budaya Indonesia.

Kunjungan mahasiswa asing UKSW mendapatkan tanggapan positif dari pihak Argotelo. “Senang sekali mendapatkan kunjungan dari mahasiswa UKSW. Mereka sangat antusias sehingga membuat kami menjadi lebih semangat untuk mendampingi,” imbuh Ummi crew pemandu dari Argotelo.

Sementara itu bagi mahasiswa asing, pengalaman ini bukan sekadar kunjungan lapangan tetapi juga perjalanan belajar yang memberikan kesan membekas. Salah satunya, Amimul Ehsan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan yang berasal dari Bangladesh mengaku bahagia karena melalui field trip ini memberikan pengalaman baru baginya.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman tak terlupakan, ini pertama kali saya mengenal tanaman singkong dan olahannya karena di Bangladesh tidak ada singkong,” ujarnya.

Cristina Borges de Sousa mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTI) juga mengaku bahagia karena ini pertama kali dalam hidupnya mengikuti field trip yang memberikan edukasi tentang kewirausahaan khususnya untuk tanaman singkong. “Saya belajar banyak hal, mulai dari praktik menanam hingga pengolahan singkong. It’s amazing and memorable,” kata mahasiswa asal Timor Leste ini.

BACA JUGA :

Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved