KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Manis dan Renyahnya Melon Sweet Net, Hasil Budidaya Petani Pringapus

Manis dan Renyahnya Melon Sweet Net, Hasil Budidaya Petani Pringapus

Manis dan Renyahnya Melon Sweet Net, Hasil Budidaya Petani Pringapus

Pengunjung Mini Zoo dan Green House Bodean sedang memilih melon sweet net sebelum dipetik, Rabu (4/9/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Musim kemarau mendatangkan berkah tersendiri bagi petani melon di Kabupaten Semarang. Terlebih melon varietas sweet net yang dibudidayakan oleh petani di Dusun Bodean, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.

Salah satu lokasi pengembangan melon kualitas premium tersebut adalah Mini Zoo dan Green House Bodean. Tak kurang dari 1.100 tanaman melon sweet net dikembangkan di sini yang kini telah memasuki masa panen.

Pengelola Mini Zoo dan Green House Bodean, Ulul Afik Mafrukhan mengatakan, musim kemarau saat ini mendatangkan berkah tersendiri. Tanaman budidayanya berkembang maksimal sehingga memiliki kualitas yang baik.

“Melon jenis ini butuh suhu panas yang ekstra, karena kalau kelembaban tinggi rentan bakteri dan virus,” ujarnya ditemui di sela panen melon, Rabu (4/9/2024).

Ia mulai melakukan penyemaian pada awal Juli lalu dengan hari setelah tanam (HST) pada tanggal 10 Juli. Setelah umur 65 hari, melon ini baru bisa dipanen.

“Karena rentan virus dan bakteri, melon ini butuh perawatan ekstra,” kata dia.

Pada musim panen kali ini, lanjutnya, dari 1.100 batang tanaman bisa menghasilkan hingga 9 kuintal melon sweet net. Harganya dibanderol Rp30 ribu per kilogram, artinya omzet yang diraup bisa mencapai Rp27 juta.

“Kalau di perkotaan, harga per kilonya bisa mencapai Rp50 ribu,” jelasnya.

Keunggulan melon varietas sweet net ini adalah memiliki rasa manis alami hingga mencapai skala 14 brix. Selain itu teksturnya renyah, daging buah berwarna jingga, dan tahan lama.

“Bahkan kalau tidak disimpan di kulkas, bisa tahan 2 bulan dengan tekstur dan rasa yang tidak berubah,” paparnya.

Di lokasi budidaya melon sweet net yang dikelolanya ini, ditawarkan juga wisata petik melon langsung dari kebun. Pengunjung bebas memilih dan memetik sesuka hati sambil menikmati suasana kebun.

“Ada petugas yang akan memandu dan membantu untuk memilihkan melon mana yang siap petik,” imbuhnya.

Irma (34), salah seorang pengunjung mengaku baru pertama kali datang untuk memetik melon sweet net secara langsung.

“Selama ini tahunya melon lokal yang biasa itu. Ternyata dekat rumah ada budidaya melon sweet net,” kata dia.

Sebagai informasi, wisata petik melon di Mini Zoo dan Green House Bodean ini mulai buka pukul 08.00-17.30 WIB. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]