URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
ASN Pemerintah Kota Salatiga mengikuti apel pagi sebagai hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran 2025. Apel ini dipimpin oleh Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Nina Agustin, Ketua TP PKK Retno Robby Hernawan, serta para kepala OPD, lurah, dan staf ASN.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Masuk Kerja Hari Pertama, Ribuan ASN Pemkot Salatiga Saling Bersalaman

Masuk Kerja Hari Pertama, Ribuan ASN Pemkot Salatiga Saling Bersalaman

Masuk Kerja Hari Pertama, Ribuan ASN Pemkot Salatiga Saling Bersalaman

Wali kota Salatiga dan Wakil saat gelar halal bihalal dihalaman pemkot Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hari pertama masuk kerja setelah liburan lebaran 2025, ASN Pemkot Salatiga mengikuti apel yang berlangsung di halaman Pemkot Salatiga, Selasa (08/4/25). Apel dihadiri oleh Wali Kota Salatiga Robby Hernawan selaku inspektur upacara, Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, Ketua TP PKK Salatiga Retno Robby Hernawan, Kepala OPD, Lurah dan staf. Usai apel, seluruh ASN berbaris untuk halal bihalal dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Dalam amanatnya, Robby menyampaikan banyak hilkmah yang bisa diperoleh dari berpuasa Ramadan. Yang pertama adalah loyalitas dan kejujuran, yang kedua meningkatkan kualitas kepekaan sosial. Misalnya dengan mengumpulkan potongan gaji Rp 10.000 per ASN setiap bulan, akan mampu merenovasi rumah warga tidak layak huni bisa memberikan bea siswa bagi anak yatim piatu.

“Semoga dengan cuti yang sangat panjang ini sudah membuat kita lebih segar kembali, kita bekerja dengan semangat kembali untuk melayani masyarakat Salatiga, untuk melaksanakan program-program demi terlaksananya pembangunan Kota Salatiga yang lebih baik,” Tutup Robby.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved