URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota Salatiga menegaskan komitmen terobosan pembangunan. Wali Kota Robby Hernawan menyampaikannya pada Sarasehan Awal Tahun 2026 di Gedung Setda Salatiga, Senin (5/1/2026), untuk menjawab tantangan global melalui kolaborasi. Langkah ditempuh lewat penguatan pangan, UMKM, kreativitas birokrasi, serta penuntasan persoalan lingkungan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Masuk Tahun Baru, Robby Paparkan Strategi ‘Tarian Badai’, Seperti apa Konsepnya?

Masuk Tahun Baru, Robby Paparkan Strategi ‘Tarian Badai’, Seperti apa Konsepnya?

Masuk Tahun Baru, Robby Paparkan Strategi ‘Tarian Badai’, Seperti apa Konsepnya?

Pemerintah Kota Salatiga menegaskan komitmen terobosan pembangunan. Wali Kota Robby Hernawan menyampaikannya pada Sarasehan Awal Tahun 2026 di Gedung Setda Salatiga, Senin (5/1/2026), untuk menjawab tantangan global melalui kolaborasi. Langkah ditempuh lewat penguatan pangan, UMKM, kreativitas birokrasi, serta penuntasan persoalan lingkungan.
Foto dok IST
Walikota Salatiga saat Sarasehan awal tahun
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga memulai lembaran tahun 2026 dengan optimisme tinggi dan visi yang berani. Dalam acara Sarasehan Awal Tahun 2026 yang digelar di Ruang Kaloka, Gedung Setda, Senin (05/01/2026), Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengajak seluruh jajaran birokrasi untuk tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi berani melakukan terobosan luar biasa demi kesejahteraan masyarakat.

Sarasehan Awal Tahun ini diawali dengan pemutaran video kaleidoskop yang menampilkan perjalanan dan capaian satu tahun kepemimpinan Robby–Nina, sebagai refleksi kinerja sekaligus penguat semangat kolektif dalam melangkah ke tahun 2026.

Menghadapi dinamika ekonomi global, Wali Kota menggunakan perumpamaan unik dalam menyikapi tantangan pembangunan.
“Kita tidak perlu melawan badai dengan kekakuan. Kita ikuti badai itu dengan tarian yang luwes melalui kolaborasi dan kreativitas, sehingga kita bisa melampauinya dengan selamat,” pesan Robby.

Salah satu langkah berani yang diambil Pemerintah Kota Salatiga adalah penguatan program kedaulatan pangan. Meski memiliki keterbatasan lahan, Salatiga memulai pilot project penanaman padi kering dan sorgum.
“Kita harus out of the box. Keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak swasembada,” tegasnya.

Pemerintah Kota juga memasang target agar kuliner dan produk UMKM Salatiga, khususnya olahan singkong yang telah melegenda, mampu menembus pasar global. Melalui program Jarkom Mabar (Jaringan Komunitas Mahasiswa Berwirausaha), Pemkot telah mencetak 10 juragan muda yang siap membawa inovasi agar produk lokal semakin kompetitif di pasar internasional.

Senada dengan visi eksekutif, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menekankan pentingnya efisiensi kerja dan penyelesaian persoalan lingkungan. Ia menegaskan bahwa masalah klasik seperti sampah harus dituntaskan pada tahun 2026.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon