KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Minimalisir Angka Stunting di Desa Kadirejo, Pemdes Berikan Bantuan Ternak

Minimalisir Angka Stunting di Desa Kadirejo, Pemdes Berikan Bantuan Ternak

Minimalisir Angka Stunting di Desa Kadirejo, Pemdes Berikan Bantuan Ternak

Kasus stunting di Desa Kadirejo, Kabupaten Semarang masih tinggi. Pemerintah Kabupaten Semarang mengambil tindakan dengan menyoroti kasus ini dalam rapat penurunan stunting. Kepala Desa Kadirejo, Riyadi, memperkenalkan program pemberian ternak kepada keluarga yang menderita stunting sebagai salah satu cara untuk menekan angka stunting.
Foto dok IST
Ternak yang akan dibagikan ke warga

[@]Kasus stunting di Desa Kadirejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang masih tinggi. Hal tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Semarang menyoroti kasus tersebut dalam rapat penurunan stunting beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Kadirejo, Riyadi mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai cara untuk menekan angka dan membuat zero stunting di Desa Kadirejo.

Salah satunya adalah dengan program pemberian ternak kepada keluarga yang masuk kategori stunting.

“Setiap kali kita diskusi tentang stunting itu yang paling pokok, penyebab stunting adalah protein atau gizi yang kurang. Nanti kita rencanakan keluarga stunting nanti kita kasih bantuan unggas petelur. Jadi setiap hari bertelur otomatis nanti makan telur,” kata Riyadi.

Menurutnya program tersebut akan direalisasikan pada tahun ini, dengan tujuan agar para keluarga yang menderita stunting tidak hanya mendapatkan bantuan putus.

“Nanti kita lihat dan teliti ketika pemenuhan gizi itu cukup. Masih stunting atau tidak. Jika ini berhasil kita sosialisasikan yang lain. Nanti juga kita dukung dengan bibit sayuran juga,” paparnya.

Pihaknya saat ini telah mendata keluarga yang menderita stunting di Desa Kadirejo, pada tahun 2022 penderita stunting di Desa Kadirejo hanya 25 kasus.

Hal tersebut meningkat sekitar enam kasus pada tahun 2023 menjadi 31 kasus.

Kasus stunting ini memiliki beberapa kriteria seperti tinggi badan anak.

Tinggi badan, lanjutnya, Hal itu yang mungkin bisa dipengaruhi juga oleh keturunan atau gen dari orang tua.

“Data saat ini di Kadirejo ada 31 anak stunting. Yang sudah kita kerjakan dari tahun kemarin sudah maksimal juga, yaitu memberikan anggaran khusus dari APBDes sekitar 22 persen untuk kesehatan,” katanya.

Riyadi mengaku selain menggunakan dana desa, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar keluarga yang menderita stunting mendapat bantuan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
[pekok2]