KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Modal Pamer Emas Palsu Dan Ritual Pesugihan, Emak-Emak di Demak Raup Uang Hampir Semilyar

Modal Pamer Emas Palsu Dan Ritual Pesugihan, Emak-Emak di Demak Raup Uang Hampir Semilyar

Modal Pamer Emas Palsu Dan Ritual Pesugihan, Emak-Emak di Demak Raup Uang Hampir Semilyar

SEMARANG – Seorang emak-emak dengan modal pamer emas imitasi atau emas palsu dan ahli dalam ritual pesugihan berhasil menipu para korbannya hingga meraup keuntungan hampir Rp. 1 milyar.

Ditreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, tersangka yang saat ini sudah diamankan berinisial warga Klitih, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Wanita berusia 53 tahun itu diamankan dirumahnya tidak lama setelah adanya pelaporan korban ke Mapolda Jateng pada Jumat (4/3/2022).

“Pelaku adalah perempuan, mempunyai kebiasaan menawarkan dengan bentuk kegiatan seremonial yaitu dengan melaksanakan ritual-ritual,” ujar Kombes Pol Djuhandani, Selasa (15/3/2022).

“Untuk saat ini berdasarkan proses penyelidikan memang untuk saat penangkapan yang bersangkutan bersama suaminya. Namun untuk proses penyidikan yang Sudah kita lakukan keterkaitan suami belum bisa kita tetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Djuhandani membeberkan, kasus ini sebelumnya menjadi perbincangan masyarakat terkait dugaan gendam. Hasil penyelidikan, modus pelaku yakni penipuan dengan cara meminjam uang korban dengan bujuk rayu dan iming-iming yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

“Penipuan ini pelaku meminjam uang dengan iming iming ataupun menggantikan kerugian berupa emas. Sementara emasnya adalah emas imitasi,” bebernya.

Aksi kejahatan tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 2019 dengan total korban baru diketahui empat orang korban yakni Slamet warga Grobogan, kerugian Rp 76 juta, Kusbiantoro warga Grobogan, kerugian Rp 165 juta. Kemudian pasutri warga Sayung Kabupaten Demak, kerugian 667 dan Ali Muafik 47, warga Wonosalam, Demak, kerugian Rp 30 juta.

“Total kerugian dari korban itu sekian Rp 938 juta. Adapun disamping iming-iming emas imitasi, yang bersangkutan biasanya juga dengan modus menjanjikan dengan sertifikat tanah,” bebernya.

Barang bukti yang diamankan dua buah Kalung emas Imitasi, dua buah Gelang Emas Imitasi, dua Buah Cincin Imitasi, tuju buah Kalung, satu buah Gelang, dan satu buah Cincin. Barang tersebut semuanya palsu.

“Jadi pelaku pinjam uang seseorang, kemudian pinjaman itu digantikan dengan sertifikat tanah. Sementara pelaku dalam hal ini tidak mempunyai apa yang disampaikan berupa tanah maupun sertifikat tanah,” sambungnya.

Tak hanya itu, pelaku juga melakukan bujuk rayu ritual pesugihan dengan alasan supaya korban mendapatkan banyak rejeki. Namun hal ini hanya akal licik pelaku.

Djuhandani menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya ataupun iming-iming bujuk rayu dari orang yang tidak dikenal. Apalagi meminta sejumlah harta yang kita miliki dengan dijanjikan pengembalian yang sangat besar.

“Untuk apa yang tadi disampikan pelaku, penyidik akan mendalami lebih lanjut. Diikuti dengan bukti bukti yang sudah ada. Dan ini mungkin masih ada korban korban lain, silahkan nanti bisa menghubungi kepolisian manakala mengetahui dia bahwa sebagai korban,” imbuhnya.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Kontingen Muaythai Kota Salatiga melampaui target empat medali emas pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan meraih lima emas, lima perak, dan empat perunggu. Pelatih Yusuf Susilo mengapresiasi kerja keras para atlet yang berhasil mengumpulkan total 14 medali. Capaian tersebut menjadi modal untuk menjaga konsistensi prestasi melalui dukungan pemerintah daerah dan KONI.
Lampaui Target, Kontingen Muaythai Salatiga raih Lima Emas di ajang Porprov XVII
[pekok2]