RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengimbau masyarakat untuk merayakan malam takbiran Idulfitri 2026 secara sederhana dan tetap mengutamakan keamanan serta ketertiban.
Hal itu berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang melibatkan jajaran kepolisian, TNI, serta DPRD Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu.
Ngesti menegaskan, kegiatan takbir keliling tetap diperbolehkan, namun dengan batasan tertentu. Ia berharap masyarakat cukup melaksanakan takbir keliling di lingkungan lokal, seperti tingkat desa, guna menghindari potensi gangguan keamanan.
“Kami harapkan takbir keliling cukup dilakukan di wilayah masing-masing, tidak perlu jauh-jauh. Selain itu, hindari penggunaan sound system berlebihan dan tetap dilaksanakan secara sederhana,” ujarnya di Ungaran, Rabu (18/3/2026) malam.
Ngesti juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan konvoi yang berisiko memicu kecelakaan lalu lintas. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, insiden senggolan antar kendaraan kerap terjadi dan berujung konflik.
Selain itu, penggunaan petasan dan mercon secara tegas dilarang. Ia mengungkapkan bahwa jajaran Polres Semarang telah menindak pelanggaran terkait peredaran bahan peledak ilegal, termasuk penangkapan pelaku yang menjual bahan mercon hingga beberapa kilogram.
“Kami minta jangan sampai ada yang menyalakan petasan besar. Ini sangat berbahaya dan bisa mengganggu ketertiban umum,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ngesti berharap perayaan Idulfitri tahun ini dapat berlangsung aman dan terbebas dari bencana. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, khususnya dalam membantu para pemudik yang kembali ke kampung halaman.
Tak hanya itu, peran orang tua juga menjadi perhatian penting. Ngesti mengimbau agar pengawasan terhadap anak-anak diperketat, terutama untuk mencegah keterlibatan dalam aktivitas negatif seperti perang sarung, penyalahgunaan narkoba, hingga balap liar.
“Kami minta orang tua ikut mengawasi anak-anaknya agar tidak terpengaruh hal-hal yang merugikan,” pungkasnya. (win)