URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Namanya Dicatut Akun FB Palsu, Taj Yasin Meminta Masyarakat Untuk Lebih Berhati-hati

Namanya Dicatut Akun FB Palsu, Taj Yasin Meminta Masyarakat Untuk Lebih Berhati-hati

Namanya Dicatut Akun FB Palsu, Taj Yasin Meminta Masyarakat Untuk Lebih Berhati-hati

Wakil gubernur Jateng Taj Yasin saat diwawancarai media, kamis 22 juli (Foto/ist)

RASIKAFM – Nama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen kembali dicatut menjadi akun facebook palsu oleh oknum tidak bertanggungjawab. Masyarakat diimbau berhati-hati dan tidak mudah percaya akun FB yang mengirim pesan berisi permintaan kode verifikasi whatsAap maupun data pribadi lainnya.

Akun facebook dengan profil terpasang foto Wagub Taj Yasin setengah badan dan mengenakan pakaian dinas warna putih lengkap dengan topi. Kepada banyak orang, akun palsu tersebut mengirim pesan yang intinya meminta kode verifikasi whatsAap. Sementara akun asli FB orang nomor dua di Jateng itu memasang foto Wagub Taj Yasin bersama istri dan anak-anaknya.

“Kok terus-terusan ya nama saya dicatut.  Bukan hanya saya sih, ada pejabat lainnya yang juga pernah dicatut. Memang dari Kominfo harus selektif dan benar-benar punya kekuatan, sehingga bisa langsung punya akses menutup. Paling banyak di facebook, kalau di media sosial lainnya minim,” katanya.

Terkait akun FB palsu tersebut, kata dia, beberapa warga yang melapor kepadanya. Salah satunya warga Kepulauan Riau yang sempat kaget mendapat pesan yang dikirim lewat akun FB palsu yang mengatasnamakan Taj Yasin Maimoen. Penerima pesan merasa bingung, karena merasa tidak ada hubungan apapun dengan Wagub Jateng, tiba-tiba mendapat pesan lewat FB.

“Kemudian dia DM (direct message) ke saya. Lalu saya jelaskan bahwa akun tersebut palsu. Kepada masyarakat saya minta untuk berhati-hati dan teliti dengan akun FB palsu,” pintanya.

Foto Screen Shoot

Ia mengimbau masyarakat untuk mawasdiri, karena tidak mungkin ada pejabat yang menanyakan hal-hal yang bersifat rahasia, seperti PIN atau kode verifikasi WhatsAap. Jika ada pesan seperti itu, Gus Yasin meminta masyarakat tidak menanggapi atau lebih baik diabaikan, karena aksi tersebut dapat menjadi celah kejahatan.

Salah seorang warga, Aji Saputra mengaku bingung bercampur senang mendapat pesan dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melalui facebook. Namun, pemuda warga Lempongsari Kota Semarang itu merasa curiga karena seorang pejabat meminta data pribadi warganya. Selain itu kalimat dan ejaan yang tertulis dalam pesan juga tidak beraturan. Seperti kalimat Jawa Tengah ditulis Jawah Tengah, privasi tertulis vripasih, dan sebagainya.

“Saya juga mendapat pesan dari Pak Wakil Gubernur Taj Yasin lewat FB. Awalnya saya kaget dan sangat senang karena mendapat pesan dari wakil gubernur yang isinya meminta saya mengirim verifikasi kode WA. Kecurigaan saya bahwa itu akun palsu ternyata benar, Wagub Taj Yasin sudah klarifikasi di akun FB aslinya,” terangnya.. (rief)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved