URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keberadaan Suwardi, Penderes Nira Warga Dusun Ngaglik, Kabupaten Semarang, yang hilang di Hutan Pinus Ngipik, masih mengundang kekhawatiran. Tim SAR dan relawan berupaya maksimal dalam operasi pencarian, meski belum berhasil menemukan jejaknya. Meskipun pencarian dihentikan, pemantauan tetap dilakukan untuk merespons tanda-tanda keberadaannya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Operasi Pencarian Suwardi yang Hilang Di Hutan Pinus Ngipik Dihentikan

Operasi Pencarian Suwardi yang Hilang Di Hutan Pinus Ngipik Dihentikan

Operasi Pencarian Suwardi yang Hilang Di Hutan Pinus Ngipik Dihentikan

Kepala Desa Nyatnyono Parsunto (dua dari kiri) berdiskusi dengan Dantim Basarnas Semarang Nur Musthova dalam operasi pencarian orang hilang di hutan pinus Ngipik, Nyatnyono, Ungaran Barat. Foto: win
Kepala Desa Nyatnyono Parsunto (dua dari kiri) berdiskusi dengan Dantim Basarnas Semarang Nur Musthova dalam operasi pencarian orang hilang di hutan pinus Ngipik, Nyatnyono, Ungaran Barat. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Keberadaan Suwardi (60), penderes nira warga Dusun Ngaglik, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang yang hilang di hutan pinus Ngipik pada Sabtu (7/10/2023) hingga saat ini masih belum menemui titik terang.

Tim SAR gabungan beserta relawan dan warga lokal yang turut melakukan operasi pencarian belum berhasil menjumpai tanda-tanda survivor yang diduga tersesat saat mencari luwak kopi itu.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :” order=”ASC”]

Kepala Desa Nyatnyono, Parsunto, mengatakan pencarian Suwardi dihentikan atas dasar kehendak pihak keluarga. Sebelumnya, pada pencarian hari ketiga atau Selasa (10/10/2023) ia bersama perwakilan dari tim yang tergabung dalam operasi pencarian sudah menemui pihak keluarga.

“Kami sudah menyampaikan, pencarian sudah maksimal tapi apa daya belum menemui hasil yang diharapkan. Sehingga pihak keluarga meminta tambahan satu hari lagi, sehingga pada Rabu (11/10/2023) jadi hari terakhir pencarian,” kata Parsunto saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (13/10/2023).

Meski operasi pencarian dihentikan, jelas Parsunto, bukan berarti berhenti total. Melainkan dilakukan pemantauan, sehingga jika sewaktu-waktu ada tanda-tanda survivor maka warga dan relawan siap melakukan pencarian kembali.

“Sementara ini relawan dan warga beraktivitas kembali seperti biasanya sambil memonitor situasi,” sambungnya.

Senada dengan Parsunto, Komandan Tim Basarnas Semarang, Nur Musthova, mengatakan operasi pencarian resmi dihentikan meski belum menghabiskan waktu selama 7 hari.

“Dasar kami adalah permintaan pihak keluarga. Namun jika sewaktu-waktu ada informasi keberadaan survivor, kami akan lanjutkan kembali pencarian,” ujarnya.

Sementara pantauan pada Kamis (12/10/2023), satu peleton anggota Sat Samapta Polres Semarang beserta 1 anjing pelacak masih melakukan penyisiran di area hutan pinus Ngipik. Sedangkan dikutip dari WAG SAR Bumi Serasi, seluruh relawan mengucapkan terima kasih kepada para sahabat lintas komunitas atas dedikasi, keringat dan totalitas dalam menuntaskan misi kemanusiaan sejak dibukanya status pencarian survivor hingga penutupan dan berganti status pemantauan. (win)

BACA JUGA :

Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved