KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pasar Tegalan Kelurahan Blotongan Salatiga Kembali Dibuka

Pasar Tegalan Kelurahan Blotongan Salatiga Kembali Dibuka

Pasar Tegalan Kelurahan Blotongan Salatiga Kembali Dibuka

RASIKAFM – Setelah tutup hampir dua tahun akibat pandemi Covid-19, Pasar Tegalan di Tegalombo Kelurahan Blotongan Kota Salatiga kembali buka Minggu (3/10/2021). Tak sekadar buka, pengelola Pasar Tegalan juga menambah aneka fasilitas untuk menarik pengunjung.

Selain aneka stand yang menjajakan panganan, saat ini juga ada camping ground dan arena outbond. Kepada wartawan pengelola Pasar Tegalan Eko Purnomo RJM mengatakan dengan dibukanya wahana baru tersebut bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. “Kita ada lahan seluas kurang lebih dua hektare, tapi yang untuk aktivitas hanya sebagian kecil karena kita juga menjaga kelestarian alam disini agar suasana asri dan sejuk tetap terjaga,” paparnya.

Sebanyak 30 stand makanan, lanjutnya, menyajikan aneka makanan tradisional yang mulai jarang dijumpai. Seperti aneka bubur sagu, candil, sumsum, ketan hitam, dan ketela. “Ada juga gudangan, trancam, gendar pecel, aneka dawet, serta tumpang koyor,” kata Eko.

Untuk berbelanja, para pengunjung harus menukar uangnya dengan kepingan yang disediakan pengelola. “Setelah berbelanja, makanan yang dihidangkan disajikan dengan dipincuk pakai daun pisang. Pengunjung bisa mencari tempat di bawah pohon dengan beralas tikar,” ungkap Eko.

Karena masih masa uji coba, lanjutnya, Pasar Tegalan hanya buka setiap hari Minggu. “Tak dipungkiri karena saat ini Salatiga masih PPKM Level 3, kita semua harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Nanti kalau keadaan sudah semakin baik, akan dibuka selama dua hari setiap Sabtu dan Minggu,” jelas Eko.

Seorang pengunjung, Dwi Handayani yang datang bersama keluarganya mengaku senang dengan dibukanya kembali Pasar Tegalan. “Dulu terakhir kesini sebelum pandemi lalu tutup lama. Enaknya disini suasananya sejuk masih banyak pohon, makanannya juga enak dan murah,” terangnya.

Kabar Terkini

POPULER

Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]