RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pasca Ambulance ditarik, Nakes Sidorejo Lor Salatiga Laksanakan Tugas naik Motor Pribadi

Pasca Ambulance ditarik, Nakes Sidorejo Lor Salatiga Laksanakan Tugas naik Motor Pribadi

Pasca Ambulance ditarik, Nakes Sidorejo Lor Salatiga Laksanakan Tugas naik Motor Pribadi

Nakes Sidorejo saat akan lakukan kunjungan lapangan

RASIKA FM. COM | SALATIGA – Kinerja pegawai puskemas Sidorejo Lor patut diapresiasi, Meski mobil ambulance puskesmas keliling ditarik DKK, mereka tetap melakukan tupoksinya.

Pantauan wartawan para nakes beramai-ramai menggunakan sepeda motor pribadinya untuk bekerja ke lapangan. Kegiatan rutin nakes ke lapangan antara lain penjaringan kesehatan ke sekolah sekolah, penelusuran epidemik hingga pemeriksaan di VCT di puskesmas pembantu.

Biasanya, mereka diantar jemput dengan menggunakan ambulan pusling. Sedangkan satu ambulan lain terus siaga untuk urgensi. Ambulan pusling memang sudah berumur. Namun ditarik karena dipakai kegiatan halal bihalal kantor.

Penjaringan di SD Sidorejo Lor, sebanyak enam nakes menggunakan empat sepeda motor pribadinya. Kemudian saat di cek ke puskesmas Bugel, ada tiga atau empat nakes dengan dua motor pribadinya. “Tadi boncengan motor dari puskesmas,” ujar salah satu petugas di Bugel.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, DKK menarik mobil ambulan pusling yang dikelola Puskemas Sidorejo Lor. Meski informasi memang akan ada peremajaan, namun itu bersamaan dengan teguran penggunaan ambulan untuk mengantar makanan halal bihalal seluruh karyawan.
Sementara puskesmas Sidorejo Lor kini hanya hanya ada satu ambulan APV.

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px