KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pelajar MTs Ditemukan Tewas di Sungai Getasan, Sempat Dikira Korban Mutilasi

Pelajar MTs Ditemukan Tewas di Sungai Getasan, Sempat Dikira Korban Mutilasi

Pelajar MTs Ditemukan Tewas di Sungai Getasan, Sempat Dikira Korban Mutilasi

Petugas mengevakuasi jenazah pelajar yang ditemukan di sungai Desa Batur, Getasan, Jumat (7/6/2024).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Warga Desa Batur, Getasan, Kabupaten Semarang digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah di sungai setempat, Jumat (7/6/2024). Kejadian itu sempat membuat sejumlah warga bergidik ngeri karena jasad korban hanya terlihat potongan kakinya saja sehingga disangka korban mutilasi.

Kapolsek Getasan Iptu Ari Parwanto mengatakan, kejadian itu kali pertama diketahui oleh salah satu warga yang hendak pulang dari berkebun sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa itu kemudian diberitahukan kepada warga yang lain dan diteruskan kepada Polsek Getasan.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Kami segera menghubungi Unit Inafis Polres Semarang untuk dilakukan olah TKP,” kata Ari ditemui di lokasi kejadian, Jumat (7/6/2024).

Hasil olah TKP dapat diketahui bahwa korban merupakan warga sekitar berinisial KH (14), seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas VIII salah satu MTs di wilayah Getasan. Meskipun telah diketahui identitasnya, pihak Polsek Getasan belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Meski diduga korban terjatuh akibat terpeleset dari tebing sungai sedalam 7 meter.

“Saat ditemukan secara kasat mata, tidak terdapat luka di tubuh korban. Namun kami tetap menunggu hasil pemeriksaan pihak Inafis, medis, serta para saksi yang terakhir bertemu korban,” ungkapnya.

Tampak di lokasi kejadian aparat Polsek Getasan dibantu relawan dan BPBD Kabupaten Semarang bergotong royong mengevakuasi jenazah korban dari dalam sungai untuk selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
[pekok2]