RASIKAFM.COM | SALATIGA – Tiga tim pelajar delegasi Madrasah Aliyah (MA) dan SMP Ruq Alfalah Salatiga memborong medali di ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) yang digelar di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 18–21 Desember 2025. Semua tim berhasil menyabet medali emas di ajang internasional yang diikuti ratusan peserta itu, melalui tiga inovasi karyanya.
Tiga inovasi yang dipresentasikan yakni, berjudul Bangerboo, Setrumku, Cofric. Tiga karya inovasi itu, berhasil menarik perhatian juri dan akhirnya berhasil meraih medali emas.
Bangerboo yang dibuat siswa MA Ruq Al Falah merupakan olahan kulit pisang, rebung, dan jahe yang dibuat menjadi biskuit sehat. Biskuit ini dibuat untuk membantu program diet badan. Sedangkan anak didik SMP Ruq Al Falah Salatiga menampilkan dua inovasi yakni Setrumku dan Cofric.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Ruq Al Falah Salatiga, Nur Aini Dewi Rahmawati menjelaskan, Setrumku merupakan pengembangan teknologi energi hibrida yang memadukan panel surya dan pijakan kaki siswa untuk dikonversi menjadi energi listrik. Energi tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai public charging station di perpustakaan sekolah.
“Inspirasinya dari teknologi di Jepang, pijakan kaki yang bisa menghasilkan listrik. Tapi karena energi dari langkah kaki saja kecil, anak-anak mengembangkan konsep hybrid dengan panel surya,” jelasnya saat ditemui di SMP Ruq Alfalah, Senin, 22 Desember 2025.
Sedangkan Coffect merupakan inovasi bioplastik ramah lingkungan yang dibuat dari limbah nasi dan ampas kopi. Ampas kopi dipilih karena mengandung lignoselulosa yang berfungsi sebagai penguat material plastik agar lebih kokoh namun tetap mudah terurai.
“Ini murni karya anak-anak. Mereka riset sendiri, mencari referensi, bahkan belajar coding secara mandiri. Guru hanya mendampingi saat ada kendala,” tegas Nur Aini.
Ia mengatakan, I2ASPO merupakan ajang karya inovasi tingkat internasional yang menuntut peserta memamerkan hasil riset dan pengembangan teknologi terapan. “Jadi anak-anak benar-benar mempresentasikan karya inovasi mereka. Ini bukan sekadar lomba teori, tapi menampilkan hasil nyata yang bisa diterapkan,” terangnya.
Nur Aini menambahkan, setiap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada lomba semata. Sekolah berkomitmen untuk mengembangkan karya-karya tersebut ke tahap lanjutan, termasuk pendaftaran hak cipta dan peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
“Target kami ke depan, karya ini bisa dikembangkan dalam skala lebih besar dan bermanfaat luas. Bahkan tidak menutup kemungkinan menggandeng investor,” katanya.
Menurut Nur Aini, keberhasilan siswa SMP Ruq Al Falah tidak lepas dari budaya inovasi yang telah dibangun sekolah sejak dini. Berbagai program seperti English Morning, Student Research, hingga event internal SCORE menjadi wadah lahirnya ide-ide kreatif siswa.
“Anak-anak termotivasi karena melihat kakak kelas mereka sukses di ajang internasional. Potensi SDM-nya luar biasa,” ungkapnya.
Sementara itu, para siswa yang berhasil mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang internasional itu, mengaku senang dan bangga bisa mencapai prestasi terbaik. “Tentunya kami sangat senang bisa memenangkan lomba. Ini menjadi semangat kami untuk terus berinovasi yang hasilnya bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Maulana Rosa Astaghis.
Hal yang sama dikatakan, Muhammad Rehansyah Sedianto siswa kelas 10 SMP Ruq Al Falah. Ia memberikan apresiasi kepada guru pembimbing yang telah membimbing dan mendampinginya ikut lomba yang digelar di UGM Yogyakarta.
“Saya ucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah membimbing, orang tua yang sudah mendoakan dan mendukung kami dalam membuat karya inovasi,” ucapnya.