URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Lonjakan harga plastik akibat gejolak geopolitik, pelaku UMKM seperti Riskya Yosi dan Nurul Istiqomah di Salatiga, Jawa Tengah, sejak akhir Ramadan hingga April 2026, mengeluhkan kenaikan biaya produksi karena dampak konflik global, diatasi dengan menaikkan harga jual dan efisiensi agar usaha tetap bertahan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dampak Kenaikan Harga Plastik, UMKM Salatiga Tertekan. Dilema Mau Lanjut apa Putus

Dampak Kenaikan Harga Plastik, UMKM Salatiga Tertekan. Dilema Mau Lanjut apa Putus

Dampak Kenaikan Harga Plastik, UMKM Salatiga Tertekan. Dilema Mau Lanjut apa Putus

Lonjakan harga plastik akibat gejolak geopolitik, pelaku UMKM seperti Riskya Yosi dan Nurul Istiqomah di Salatiga, Jawa Tengah, sejak akhir Ramadan hingga April 2026, mengeluhkan kenaikan biaya produksi karena dampak konflik global, diatasi dengan menaikkan harga jual dan efisiensi agar usaha tetap bertahan.
Foto Arief Rasika
Pelaku UMKM Dapur Mertua, Nurul Istiqomah berfoto Bersama ketua Komunitas Wirausaha Salatiga (KWS) Sahonoe
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Dampak gejolak geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak hingga ke level usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diseluruh Indonesia, tak terkecuali dikota mini Salatiga, Jawa Tengah. Salah satu yang paling terasa adalah lonjakan harga kemasan plastik yang memicu kenaikan biaya produksi.

Kondisi ini diakui Riskya Yosi salah satu pelaku UMKM, produsen minuman Susu Kurma Gold di Tingkir, Kota Salatiga.
Kepada rasikafm.com, Riskya Yosi mengatakan harga botol plastik naik tajam sejak akhir Ramadan lalu, bahkan sempat langka di pasaran.

“Sekarang harga per bal bisa sampai Rp150.000, padahal normalnya sekitar Rp120.000. Kenaikan ini terjadi sejak akhir Ramadan lalu. Kami masih bisa mengatasinya, namun jika kondisi ini berlangsung lama akan sangat berdampak,” ujarnya, (8/4/2026).

Ia mengakui kenaikan tersebut membuat beban produksi meningkat dan berdampak pada pendapatan. Yosi menyebut omzet usahanya turun hingga 40 persen akibat kondisi ini.

“Saat ini kami masih bisa bertahan. Kami berharap harga segera kembali stabil. Jika harga plastik terus naik, akan sangat berdampak pada UMKM seperti kami,” katanya.

Senada, UMKM Dapur Mertua, produsen aneka keripik di Tingkir, Kota Salatiga. Pemiliknya, Nurul Istiqomah, menyebut harga plastik kemasan kiloan yang biasa digunakan mengalami kenaikan dari Rp34.000 menjadi Rp50.000. Tidak hanya itu, harga bahan baku lain seperti minyak goreng, ubi jalar, hingga gula merah juga ikut naik.

“Kalau keuntungan, jelas menurun sekitar 20 persen dibanding sebelum kenaikan harga plastik. Kenaikan ini sudah terjadi sejak sebelum Lebaran,” ungkapnya.

Demi bertahan, Nurul terpaksa menaikkan harga jual produk keripiknya sekitar Rp1.000 per bungkus. Ia berharap harga bahan baku dan kemasan dapat segera stabil agar usaha mereka tidak terus tertekan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Terpisah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah (Jateng) mengeluhkan kenaikan harga plastik hingga 100% akibat dampak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang dilancarkan sejak 28 Februari 2026. Bahkan, polyester atau serat sintetis yang digunakan untuk industri tekstil mulai mengalami kenaikan hampir 8%.

Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi, mengatakan dampak perang AS dan Israel melawan Iran sangat memukul seluruh sektor industri, mulai dari harga bahan bakar minyak (BBM) global yang memengaruhi biaya logistik hingga kebutuhan bahan baku yang berdampak pada biaya produksi.

Di Jawa Tengah, Kenaikan harga BBM dan bahan baku plastik membuat sejumlah sektor usaha kebingungan. Pasalnya, daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya membuat para pengusaha harus berhati-hati dalam menaikkan harga produk.

“Biasanya saya membeli per dus Rp250.000, sekarang naik menjadi Rp260.000 hingga Rp275.000 per dus. Harga eceran yang sebelumnya masih bisa dijual Rp14.000 kini sudah tidak memungkinkan,” kata Firzaz salah satu UMKM asal Solo.

Menurut Firzaz, kenaikan harga tersebut sudah tidak masuk akal. Kenaikan juga terjadi pada produk plastik lainnya, seperti plastik kemasan dan styrofoam.

Firzaz mengaku harus mengeluarkan modal lebih besar untuk memperoleh jumlah barang atau stok yang sama. Meski demikian, ia mengaku enggan menaikkan harga kepada konsumen karena sebagian besar pelanggannya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

– Produsen minuman Susu Kurma Gold saat diwawancarai Rasika
– Ketua Komunitas Wirausaha Salatiga (KWS) Sahonoe Berikan semangat anggotanya

BACA JUGA :

Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Juli 2026
Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo
Desa Kranggan di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen karena berhasil mengembangkan potensi desa melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan BUMDes. Saat menghadiri Festival Pande Besi dan Opor Bebek, Jumat (26/6), Taj Yasin meminta seluruh OPD menjadikan desa tersebut sebagai rujukan Program Desa Dampingan guna mempercepat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Taj Yasin Minta OPD Jateng Tiru Desa Kranggan, Model Pengembangan Desa yang Sukses Dongkrak Ekonomi Warga
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang. Dalam media briefing di Semarang, Kamis (25/6/2026), BI mengungkap hingga 31 Mei 2026 Indonesia Anti-Scam Centre menerima 579.459 laporan penipuan digital, sehingga masyarakat diminta segera melapor jika menjadi korban agar peluang penyelamatan dana lebih besar.
Uang Hasil Kerja Bertahun-tahun Bisa Lenyap dalam Hitungan Menit, BI Jateng Ingatkan Bahaya Scam Digital
BI Jateng Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas, Pertumbuhan Ekonomi Tetap Dijaga
BI Jateng: Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas, Pertumbuhan Ekonomi Tetap Dijaga
Semarang Business Matching 2026 yang digelar di Hotel MG Setos Semarang pada Rabu (24/6/2026) mempertemukan pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah untuk membangun kerja sama bisnis. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung kegiatan ini karena dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat jaringan usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Pertemukan Seller dan Buyer, Business Matching Dorong Wisata Jateng Melesat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang pada 2025 belum sepenuhnya memenuhi target, terutama dari sektor parkir, pariwisata, dan pajak hotel. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan hal tersebut usai rapat paripurna APBD 2025, Rabu (24/6/2026), seraya menegaskan perlunya evaluasi dan penguatan destinasi wisata untuk mendongkrak kunjungan serta pendapatan daerah di tengah tingkat okupansi hotel yang menurun.
Evaluasi Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025, PAD Sektor Parkir dan Pariwisata Belum Capai Target