URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jajaran Polres Salatiga gelar operasi patuh candi 2022 pada 13-26 Juni 2022. Kegiatan ini digelar dalam rangka cipta kondisi jelang Hari Bayangkari

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pelaksanaan Operasi Patuh Candi, Diharapkan Mampu Menekan Angka Kecelakaan, Namun Tetap Kedepankan Protokol Kesehatan

Pelaksanaan Operasi Patuh Candi, Diharapkan Mampu Menekan Angka Kecelakaan, Namun Tetap Kedepankan Protokol Kesehatan

Pelaksanaan Operasi Patuh Candi, Diharapkan Mampu Menekan Angka Kecelakaan, Namun Tetap Kedepankan Protokol Kesehatan

featured-img

Jajaran Polres Salatiga gelar operasi patuh candi 2022 pada 13-26 Juni 2022. Kegiatan ini digelar dalam rangka cipta kondisi jelang Hari Bayangkari

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana mengatakan, angka pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Salatiga pada semester satu 2022 sebanyak 83.542 pelanggaran. Jumlah ini menurun 161 persen dibanding semester dua 2021 sebanyak 217.717 pelanggaran.

“Meski demikian, kami terus berupaya untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menaati peraturan lalu lintas. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah menggelar operasi patuh candi 2022,” kata Kapolres usai gelar pasukan operasi patuh candi 2022 di Mapolres Salatiga, Senin (13/6/2022).

Kapolres menjelaskan, selain untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat mematuhi peraturan lalu lintas, tujuan operasi patuh candi 2022 ini, antara lain mengajak masyarakat tertib berlalulintas dan menurunkan angka pelanggaran maupun fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

“Dalam pelaksanaan operasi patuh candi 2022 ini, kami mengedepankan edukasi, persuasif dan humanis. Untuk itu, petugas yang bertugas di lapangan harus memahami sasaran operasi dengan melaksanakan operasi secara maksimal,” katanya.

Kapolres saat memberikan keterangan media

Kapolres berharap, dengan adanya operasi ini tren pelanggaran dan kecelakaan bisa menurun lagi. “Kami berharap budaya tertib berlalu lintas bisa terwujud dan angka kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan