URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pelaku pemukulan terhadap operator Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) di Majapahit, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang ditangkap. Pelaku berinisial WH ini diamankan di rumah kontrakannya wilayah Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pelaku Pemukulan Operator SPBU di Semarang Diamankan

Pelaku Pemukulan Operator SPBU di Semarang Diamankan

Pelaku Pemukulan Operator SPBU di Semarang Diamankan

featured-img

RASIKAFM.COM| SEMARANG – Pelaku pemukulan terhadap operator Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) di Majapahit, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang ditangkap. Pelaku berinisial WH ini diamankan di rumah kontrakannya wilayah Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan pada Selasa (22/11/2022) sekira pukul 20.00 WIB.

“Mengamankan satu orang laki-laki setelah melakukan cek lokasi dugaan penganiayaan di SPBU Manunggal Jati,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan saat dikonfirmasi, Rabu (23/11/2022).

Donny menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah mendapatkan informasi bahwa pelaku menggunakan sarana sepeda motor honda supra bernomor polisi H-2543-QW. Setelah itu, kemudian pihaknya melakukan serangkain penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku.

“Kemudian pelaku dibawa ke Polrestabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” bebernya

Sebelumnya, aksi pemukulan pelaku dilakukan terhadap operator bernama Hendra Adi Prasetya. Pemukulan dilakukan karena pelaku kesal tidak dilayani oleh korban ketika membeli BBM jenis Pertalite ke dalam botol.

“Jadi si operator itu terus mengalihkan atau menawarkan pembelian pertamax jika mau berkenan. Terus ada pukulan dari tanganya kepelanggan ke operator,” imbuh Supervisor SPBU Pedurungan, Edi Setiawan.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved