URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang terus berinovasi dalam memajukan pariwisata dan ekonomi lokal dengan mengoptimalkan kalender event tahunan yang mencakup berbagai acara budaya, pameran, dan olahraga sepanjang tahun. Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menjelaskan bahwa kalender ini memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi lokal, memperkuat identitas budaya, serta membantu wisatawan merencanakan kunjungan mereka.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Dongkrak Sektor Pariwisata Lewat Kalender Event

Pemkab Semarang Dongkrak Sektor Pariwisata Lewat Kalender Event

Pemkab Semarang Dongkrak Sektor Pariwisata Lewat Kalender Event

Agenda Rawa Pening Performing Art 2023.

Foto: Disparta Kab. Semarang

Agenda Rawa Pening Performing Art 2023.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terus berinovasi dalam memajukan pariwisata dan ekonomi lokal. Salah satunya dengan mengoptimalkan kembali kalender event tahunan. Kalender event ini tidak hanya menjadi panduan bagi wisatawan, tetapi juga sebagai alat penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya serta potensi lokal kepada masyarakat luas.

Menurut Bupati Semarang Ngesti Nugraha, kalender ini memuat berbagai acara yang akan diselenggarakan sepanjang tahun, mulai dari festival budaya, pameran, hingga kegiatan olahraga.

“Ini untuk memperkuat identitas budaya lokal. Dengan adanya kalender event yang terstruktur, masyarakat dan wisatawan dapat merencanakan kunjungan mereka dengan lebih baik,” ujarnya ditemui di Ungaran baru-baru ini.

Ngesti mencontohkan, Kabupaten Semarang memiliki banyak agenda wisata sepanjang tahun. Misalnya Festival Rawa Pening, Merti Bumi Serasi, Festival Durian Brongkol, Iriban, Jamasan Candi Gedongsongo, hingga event olahraga dirgantara bertajuk Festival Telomoyo Cup. Event-event yang diselenggarakan ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka. Mulai dari usaha kuliner, kerajinan tangan, hingga penyedia jasa akomodasi.

“Semua merasakan dampak positif dari meningkatnya kunjungan wisatawan,” ungkapnya.

Untuk mendukung hal itu, lanjutnya, Pemkab Semarang menggelontorkan anggaran sebesar Rp180 miliar untuk perbaikan infrastruktur. Misalnya akses menuju lokasi wisata dan revitalisasi daya tarik wisata (DTW).

“Seperti yang di Benteng Willem Ambarawa dan Candi Gedongsongo,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati menerangkan yang wajib diperhatikan oleh pemilik ataupun pengelola DTW adalah faktor keselamatan dan kenyamanan.

“Apalagi yang menyediakan wahana permainan, faktor safety menjadi yang utama. Kemudian yang kedua bagaimana pengunjung nyaman, misal dijaga kebersihannya, akses gampang dan tidak macet, fasilitas lengkap,” bebernya. (win)

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara