URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang kembali menggelar Program Mudik Gratis 2025 dengan menyediakan tiga armada bus berkapasitas total 180 tempat duduk bagi pemudik. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Tri Martono, menyampaikan bahwa keberangkatan akan dilakukan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Siapkan Tiga Armada Bus untuk Program Mudik Gratis 2025

Pemkab Semarang Siapkan Tiga Armada Bus untuk Program Mudik Gratis 2025

Pemkab Semarang Siapkan Tiga Armada Bus untuk Program Mudik Gratis 2025

Dok./IST
Foto: lustrasi

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang kembali akan menggelar Program Mudik Gratis 2025. Tahun ini, jumlah armada yang disiapkan adalah tiga bus yang akan mengangkut pemudik.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Tri Martono, mengungkapkan tiga armada bus masing-masing memiliki kapasitas 60 tempat duduk.

“Jadi total ada 180 tempat duduk untuk pemudik dari Kabupaten Semarang,” kata Tri Martono, Rabu (12/3/2025).

Keberangkatan pemudik, menurutnya, akan dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah bersama perwakilan pemerintah dari kabupaten/kota di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur.

“Pemudik dari Kabupaten Semarang akan diberangkatkan menuju kampung halaman mereka, yang akan dipusatkan di TMII, Jakarta Timur,” jelasnya.

Terkait tanggal pasti pelaksanaan Mudik Gratis 2025, Tri Martono menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan informasi lebih lanjut. Ia menyebutkan bahwa persiapan masih berlangsung, termasuk pendaftaran dan koordinasi dengan panitia di tingkat provinsi.

“Untuk tanggal pastinya belum bisa kami sampaikan, karena masih dalam tahap persiapan oleh panitia tingkat provinsi dan koordinator wilayah. Biasanya, mudik gratis ini dilaksanakan sekitar H-4 atau H-3 sebelum Idul Fitri,” tambahnya.

Peserta Mudik Gratis ini tetap dengan persyaratan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Koordinator lapangan di Jakarta yang telah ditunjuk akan membantu pengelolaan data pemudik.

“Sehingga kami dapat menerima data pemudik berdasarkan nama,” urainya.

Program Mudik Gratis ini, menurutnya, lebih dikhususkan untuk warga Kabupaten Semarang yang bekerja di Jakarta, terutama bagi mereka yang bekerja serabutan atau pedagang kecil, yang ingin pulang ke kampung halaman.

“Kami juga masih berupaya mengajak pihak swasta untuk berpartisipasi seperti tahun lalu dengan menyediakan dua armada bus untuk arus balik. Mudah-mudahan tahun ini ada bantuan serupa,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved