KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Penyebab Anggota DPRD Tabrak 4 Pejalan Kaki di Semarang, Polisi: Ngantuk, Kelelahan

Penyebab Anggota DPRD Tabrak 4 Pejalan Kaki di Semarang, Polisi: Ngantuk, Kelelahan

Penyebab Anggota DPRD Tabrak 4 Pejalan Kaki di Semarang, Polisi: Ngantuk, Kelelahan

RASIKAFM.COM SEMARANG – Mobil yang dikemudikan oleh Anggota DPRD Provinsi Jateng bernama Riyono menabrak empat orang yang sedang membeli cilok di depan minimarket Jalan Prof. Dr. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang pada Senin (23/1/2023) sekira pukul 12.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kepolisian menduga penyebab insiden lalu lintas itu dikarenakan pengemudi dalam kondisi yang tidak fit atau bugar. “(Penyebab) ngantuk, kelelahan,” ujar Kasubnit II Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Ipda Mohamad Fahrudin saat dihubungi kumparan, Selasa (24/1/2023).[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Fahrudin mengaku pihaknya akan mengupayakan kasus tersebut berakhir damai. Hal itu lantaran pengemudi sanggup untuk bertanggung jawab terhadap empat korban yang ditabrak.

“Arahnya ke sana RJ (Restorative Justice), arahnya damai pengemudi bertanggungjawab semua. Iya (tetap lakukan pemeriksaan) diperiksa,” bebernya.

Hingga saat ini, masih ada korban yang menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara, Riyono tidak menderita luka serius akibat tabrakan tersebut.

“(Riyono) ndak papa, tidak dirawat. Kalau korban masih ada yang opname,” katanya.

Sebelumnya, insiden itu bermula saat mobil Innova bernopol H-1265-QW yang dikemudian Riyono melaju dari dari arah timur (Tugu) menuju ke arah barat (Permata Medika). Saat dilokasi, mobil tersebut oleng dan menabrak empat korban yakni Ibrahim (44) dan Sutartini (52) warga Ngaliyan, Aris Nurdiyanto (22) warga Boyolali serta Arifin (40) warga Tugu.

Usai terlibat kecelakaan, para korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. “Ibrahim mengalami luka ditangan kanan, Sutartini luka di wajah, tangan dan kaki lecet, Aris kaki kanan patah kaki kiri lecet serta Arifin kaki kiri patah dan luka terbuka. Keempat korban dibawa ke RS Permata Medika untuk penanganan medis,” jelas Fahrudin.

Kabar Terkini

POPULER

GIIAS Semarang 2026 menyiapkan tiga pilihan parkir bagi pengunjung di Gedung Muladi Dome UNDIP, area belakang SPBU UNDIP, dan sepanjang Jalan Banyu Putih Raya. Parkir utama menampung lebih dari 780 kendaraan, sementara area tambahan berkapasitas hingga 200 kendaraan. Pengunjung dari Jalan Banyu Putih Raya juga mendapat fasilitas shuttle bus gratis.
Ini Tempat Parkir GIIAS 2026 Semarang
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]