URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Perangi Narkoba, Puluhan Warga Binaan Rutan Salatiga Jalani Tes Urine

Perangi Narkoba, Puluhan Warga Binaan Rutan Salatiga Jalani Tes Urine

Perangi Narkoba, Puluhan Warga Binaan Rutan Salatiga Jalani Tes Urine

featured-img
Sejumlah warga binaan saat test urine

RASIKAFM – Dalam rangka memerangi penyalahgunaan narkotika puluhan Warga Binaan dan Petugas Rutan Salatiga jalani test urine secara mendadak. Senin (07/06/21) pagi.

Sebelum dilaksanakan test urine petugas melakukan razia blok hunian, yang saat ini dihuni oleh 161 Orang terdiri dari 98 narapidana dan 63 Tahanan. Razia ini dilaksanakan untuk deteksi dini mengantisipasi adanya penyalahgunaan barang-barang terlarang, seperti handphone, narkoba dan senjata tajam.

Kepada wartawan Andri Lesmano Kepala Rutan Salatiga mengungkapkan razia ini sebagai sarana penceganan peredaran narkotika, “giat hari ini juga sebagai langkah antisipasi adanya gangguan keamanan dan ketertiban dengan sasaran benda terlarang seperti Handphone, senjata tajam maupun terlarang lainnya” Ujarnya.

Kepala Rutan Andri Lesmano

Selesai Razia Kepala Rutan memimpin langsung kegiatan test urine dilanjutkan dengan petugas dan warga binaan yang dilaksanakan test secara acak.
“Selesai razia, saya jalani test urine, diikuti oleh petugas dan warga binaan yang ditest secara acak, sebagai langkah antisipasi penggunaan narkotika” tambah
Andri.

Pihaknya menjelaskan kegiatan ini dilakukan secara periodik dalam rangka meminimalisir penggunaan obat terlarang atau narkotika oleh petugas maupun warga binaan. Untuk kegiatan razia sendiri minimal kita laksanakan razia 2 kali dalam satu minggu serta kita juga laksanakan razia secara insidentil hasil dari pengamatan oleh petugas Rutan. Sementara untuk test urine minimal kita lakukan triwulan satu kali secara berkala. Tegasnya. (rief)

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan