URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kegiatan Jalan Sehat di Kota Salatiga tersebut diikuti oleh lebih dari 10 ribu peserta Nahdliyin. Peserta terdiri dari para pengurus PCNU, Banom, MWC, santri Pondok dan sekolah, dan juga didukung oleh para Ulama Kyai PWNU dan pejabat Kota Salatiga. Acara kegiatan jalan sehat berlangsung semarak dengan peserta membawa bendera NU dan berpakaian sarung khas santri.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Peringati 1 Abad, Pengurus Cabang NU Kota Salatiga Gelar Jalan Sehat Bersarung

Peringati 1 Abad, Pengurus Cabang NU Kota Salatiga Gelar Jalan Sehat Bersarung

Peringati 1 Abad, Pengurus Cabang NU Kota Salatiga Gelar Jalan Sehat Bersarung

featured-img

RASIKAFM. COM|SALATIGA – Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 10 ribuan Peserta kaum Nahdliyin Salatiga yang terdiri dari para pengurus PCNU, Pengurus Banom (Badan Otonom) PCNU Salatiga, Pengurus MWC dan ranting se Salatiga. Serta diikuti pula para santri baik dari Pondok Pesantren maupun sekolahan Ma’arif se Salatiga.

Dalam acara tersebut dihadiri dihadiri oleh para Ulama – Kyai PWNU Jateng dan Salatiga serta juga para pejabat Kota Salatiga. Termasuk PJ Walikota Salatiga dan beberapa anggota DPRD Kota Salatiga.

KH. Drs. Zaenuri, M. Pd menjelaskan kegiatan ini secara semarak diikuti oleh para jamiyah Nahdliyin mulai dari anak kecil, para pemuda, hingga orang tua. Sementara kaum lelakinya bersarung dan memakai kupluk khas santri, peserta jalan sehat perempuan mengenakan jilbab dan sarung batik. Ada pula yang memakai rok panjang.

Rute jalan sehat itu mulai dari Balai Kota Salatiga, Jalan Sukowati, Pemotongan, Alun-alun Pancasila, lalu kembali lagi ke Balai Kota dengan jarak sekitar 4 KM. Di sepanjang perjalanan, tak sedikit peserta yang membawa bendera NU, jalan sehat bersarung ini bertujuan untuk melestarikan tradisi dan identitas warga NU. Sebab, sarung merupakan pakaian khas warga NU sejak organisasi ini didirikan pertama kali oleh KH Hasyim Asyari.

Mbah Son biasa disapa juga menyampaikan sarung merupakan pakaian yang murah, mudah dipakai, dan praktis. Maka itu dia berharap agar sarung terus dilestarikan.

“Sarung itu murah, dicuci cepat bersih, tidak kena kutu, dan serbaguna. Itu kenapa NU mencetuskan pendidikan ala pesantren karena bisa massal dan murah,” ujarnya.

Kegiatan dalam rangka memperingati 1 Abad NU ini yang berlangsung sangat unik dan menarik sehingga menjadi pemandangan jarang dilihat di warga Kota Salatiga.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan