URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polda Jateng melalui Ditlantas Polda Jateng bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)  melakukan rapat koordinasi jelang natal dan tahun baru (nataru) di Mapolda Jateng, Kamis (11/11/2021).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polda Jateng Pastikan Kesiapan Jelang Nataru

Polda Jateng Pastikan Kesiapan Jelang Nataru

Polda Jateng Pastikan Kesiapan Jelang Nataru

featured-img

SEMARANG – Polda Jateng melalui Ditlantas Polda Jateng bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)  melakukan rapat koordinasi jelang natal dan tahun baru (nataru) di Mapolda Jateng, Kamis (11/11/2021).

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryo Nugroho menyampaikan kesiapannya bersama pengelola jalan tol dengan mempersiapkan skenario-skenario saat menghadapi nataru.

“Kita sudah kolaborasi dan bersinergi bagaimana bertindak saat nanti operasi nataru yang akan kita hadapi. Skenario-skenario sudah kita siapkan baik contraflow baik penyekatan atau barang kali semua persiapan mungkin dibukanya semua jalur tol dengan fasilitas yang sudah ada. Kita sudah siap baik dari sisi manajemen, termasuk dari sisi anggota baik kepolisian polantas (polisi lalu lintas) maupun seluruh BUJT yang mengelola jalan tol,” ujarnya usai rapat koordinasi.

Kombes Agus menjelaskan, pihaknya pun masih menunggu istruksi dari pusat terkait pengendara harus memiliki dokumen hasil swab dan melakukan penyekatan saat hendak memasuki Jawa Tengah. Akan tetapi, jika terjadi dirinya pun juga sudah mempersiapkan hal tersebut.

“Tapi untuk wilayah jateng dan pengelola jalan tol sudah semua mempersiapkan skenario itu,” pungkasnya.

“Ketika harus ada pembatasan kita skenario demikian, ketika harus dilepas semua jalur kita harus menyiapkan contraflow menyiapakan penyekatan dan sebagainya nanti kita menunggu instruksi dari pusat kebijakannya seperti apa. Tapi wilayah Polda Jateng dan BUJT sudah mempersiapkan itu,” tambahnya.

Senada, Direktur Utama Trans Marga Jateng Jalan Tol Semarang – Solo, Deni Candra Irawan juga menyatakan siap mengikuti instruksi dari pemerintah terkait kebijakan libur nataru.

“Kami sudah menyiapkan antisipasi jadi apakah itu ada penutupan sementara, apakah ada pengalihan, ada pembatasan terkait dengan pandemi Covid-19 kami masih menunggu. Pada prinsipnya infrastruktur di lapangan termasuk petugas sudah kami persiapkan sedini mungkin jadi seleruh skeneario yang diterapkan nanti kita sudah siap,” imbuhnya

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved