RASIKAFM.COM | UNGARAN – Video yang memperlihatkan dugaan aksi tawuran remaja di wilayah Tuntang, Kabupaten Semarang, sempat beredar luas di media sosial. Polisi memastikan peristiwa tersebut terjadi pada 5 Maret 2026 dan telah ditangani aparat setempat.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendalaman terkait video yang dinarasikan terjadi pada malam Minggu tersebut. Dari hasil penelusuran, diketahui rekaman itu diambil oleh seorang petugas keamanan (satpam) yang berada di lokasi kejadian.
“Setelah kami dalami, video tersebut terjadi pada 5 Maret. Kami juga sudah bertemu dengan satpam yang merekam kejadian itu. Saat melihat kegiatan anak-anak tersebut, satpam langsung menghubungi Polsek dan saat itu juga langsung dilakukan pembubaran,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas remaja yang berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Apabila masyarakat mengetahui kegiatan anak-anak yang berpotensi mengganggu kamtibmas, kami mohon segera menghubungi layanan 110 agar bisa segera ditangani,” terangnya.
Menurutnya, para remaja kerap memanfaatkan situasi yang sepi atau lengang untuk melakukan aktivitas yang berpotensi memicu tawuran. Saat ini kepolisian masih mendalami video yang beredar untuk mengidentifikasi para pelaku.
“Video-video yang beredar masih kami dalami. Kemungkinan pelaku bisa kami identifikasi dan tentu akan kami tindak sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.
Terkait meningkatnya aksi tawuran remaja, pihak kepolisian menilai salah satu penyebabnya adalah energi anak muda yang tidak tersalurkan ke kegiatan positif. Untuk itu, polisi mulai menggandeng sekolah dalam berbagai kegiatan pembinaan. Salah satunya dengan mengadakan lomba berbasis teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) di sejumlah SMA, sekaligus menjadikan para siswa sebagai duta kamtibmas.
“Kami sudah mendatangi SMA-SMA, mengadakan lomba terkait AI dan menjadikan siswa sebagai duta kamtibmas. Respons mereka cukup baik dan membuat mereka lebih bersemangat melakukan kegiatan positif,” katanya.
Selain itu, kepolisian juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari.
“Pengawasan yang paling melekat pada anak itu ada pada orang tua. Kami menghimbau agar orang tua lebih peduli ketika anaknya belum pulang pada malam hari atau keluar hingga larut malam, supaya mereka tidak berhadapan dengan hukum atau menghadapi risiko yang bisa mengancam keselamatan,” tambahnya.
Selama bulan Ramadan, Polres Semarang juga meningkatkan patroli keamanan, terutama di lokasi yang dianggap rawan gangguan kamtibmas.
Patroli dilakukan setiap hari oleh personel Polres dan Polsek, khususnya untuk memantau aktivitas remaja yang berkumpul pada malam hari.
“Sejak awal Ramadan kami sudah memberikan imbauan melalui media sosial, sekolah, hingga masjid-masjid. Selain itu, kami juga rutin melaksanakan patroli di titik-titik rawan,” jelasnya.
Bahkan dalam dua pekan terakhir, kepolisian menggelar patroli skala besar pada malam Minggu hingga dini hari.
“Malam Minggu kemarin kami melaksanakan patroli skala besar bahkan sampai pukul 05.00 pagi. Anak-anak yang nongkrong kami berikan imbauan dan kami bubarkan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas,” pungkasnya. (win)