URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Salatiga menyatakan penolakan terhadap rencana pemindahan Pasar Pagi dari kawasan Jalan Jendral Sudirman ke Pasar Rejosari atau Pasar Sapi. Ketua DPD PSI Salatiga, Roy Sudiarto, menyampaikan penolakan tersebut melalui siaran pers resmi pada April 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PSI Salatiga Tolak Pemindahan Pasar Pagi, Begini Jelasnya

PSI Salatiga Tolak Pemindahan Pasar Pagi, Begini Jelasnya

PSI Salatiga Tolak Pemindahan Pasar Pagi, Begini Jelasnya

Roy Sudiarto, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Roy Sudiarto, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Salatiga menolak pemindahan Pasar Pagi Salatiga dikawasan jalan Jendral Sudirman.

Dalam siaran pers DPD PSI Kota Salatiga Nomor: 010/SP/DPD-PSI/SAL/IV/2025 terdapat lima poin utama perihal menolak kebijakan Pemkot Salatiga atas rencana pemindahan Pasar Pagi Salatiga karena dianggap tanpa kajian dan dialog sehingga pedagang kecil dinilainya menjadi korban.
DPD PSI Kota Salatiga menyatakan penolakan tegas terhadap rencana Pemerintah Kota Salatiga untuk memindahkan Pasar Pagi ke lokasi baru yakni Pasar Rejosari atau Pasar Sapi.

“Keputusan ini tergesa-gesa, tidak berbasis kajian mendalam, dan mengabaikan aspirasi para pedagang kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas ekonomi di pasar tersebut,” jelas Roy.

Bung Roy menilai kebijakan relokasi tersebut sarat dengan kepentingan sempit dan minim partisipasi publik.

“Pemindahan terlalu sembrono tanpa melalui kajian serta pendekatan. Keanekaragaman dan keharmonisa kota salatiga yang terganggu hanya demi sebuah Mall,” ucapnya.

PSI menilai bahwa langkah ini berpotensi merusak harmoni sosial dan budaya Kota Salatiga yang selama ini terkenal dengan keberagamannya.

Pemindahan pasar hanya demi pembangunan mal justru mengancam ekosistem ekonomi kerakyatan yang telah terbangun puluhan tahun, yang berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemerintah seharusnya melindungi ekonomi rakyat, bukan justru mengorbankan mereka demi kepentingan investor,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan