KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Puluhan Paraglider Berkostum Unik Ramaikan Festival Paralayang 2025 di Kabupaten Semarang

Puluhan Paraglider Berkostum Unik Ramaikan Festival Paralayang 2025 di Kabupaten Semarang

Puluhan Paraglider Berkostum Unik Ramaikan Festival Paralayang 2025 di Kabupaten Semarang

Salah satu atlet paralayang berkostum seragam SMA mendarat di lapangan Muncul, Tuntang usai terbang dari Gunung Gajah, Minggu (20/4/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Langit di kawasan Getasan dan Tuntang, Kabupaten Semarang, dihiasi oleh puluhan paralayang yang melayang indah pada Minggu siang (20/4/2025). Pemandangan ini merupakan bagian dari Festival Paralayang 2025 yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-504 Kabupaten Semarang.

Sebanyak 43 peserta dari berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah, Jakarta, hingga Kalimantan, ikut serta dalam ajang ini. Mereka lepas landas dari Gunung Gajah Telomoyo di Nogosaren, Getasan, dan mendarat di Lapangan Rowoboni, Tuntang.

Yang menarik perhatian, sejumlah peserta tampil dengan kostum-kostum unik. Ada yang mengenakan pakaian adat, kostum superhero, seragam pelajar, hingga tokoh pewayangan seperti Hanoman. Salah satunya adalah Dimas Nurdiansyah, atlet paralayang asal Demak, yang tampil mengenakan busana Melayu.

“Pakai kostum Melayu karena simpel dan nyaman dipakai di harness. Terbangnya juga lancar, tanpa hambatan. Persiapannya seminggu. Tempat ini bagus banget, pemandangannya indah dan bisa terbang cukup lama,” ujarnya.

Dimas mengaku ini adalah pengalaman pertamanya mencoba paralayang, dan ia merasa sangat antusias bisa turut meramaikan acara HUT Kabupaten Semarang.

“Senang banget rasanya bisa terbang,” katanya.

Sementara itu, peserta perempuan asal Grobogan, Erika Yolanda Putri (23), juga mencicipi sensasi terbang untuk pertama kalinya. Meski tanpa mengenakan kostum khusus, ia menikmati momen tersebut dengan melakukan berbagai gaya di udara.

“Seru banget, bisa terbang lebih dari 15 menit,” ungkapnya. Erika menambahkan bahwa ia tidak melakukan latihan khusus sebelumnya. “Saya masih pemula, jadi mendaratnya spontan saja,” ujarnya sambil tertawa.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, menyampaikan bahwa keindahan alam dan potensi sport tourism di wilayahnya menjadi daya tarik wisata yang menjanjikan.

“Festival Paralayang ini merupakan bagian dari peringatan HUT Kabupaten Semarang yang ke-504 dan sudah digelar tiga kali. Kami ingin terus mengembangkan wisata dan tahun ini target satu juta wisatawan sudah terlampaui,” jelasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]