KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Puluhan WTP Bendungan Jragung Kembali Terima Uang Ganti Rugi

Puluhan WTP Bendungan Jragung Kembali Terima Uang Ganti Rugi

Puluhan WTP Bendungan Jragung Kembali Terima Uang Ganti Rugi

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR mengalokasikan dana sebesar Rp26 miliar untuk uang ganti rugi warga terdampak proyek Bendungan Jragung di Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang, guna membebaskan 41 bidang tanah, melanjutkan 53 bidang yang telah dibebaskan sebelumnya.
Foto: diskominfo kab. semarang
Plh Bupati Semarang Basari menyerahkan uang ganti rugi secara simbolis kepada WTP Bendungan Jragung di Balai Desa Candirejo, Pringapus, belum lama ini.

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR kembali menggelontorkan dana sebesar Rp26 miliar untuk uang ganti rugi warga terdampak proyek (WTP) Bendungan Jragung, Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang. Jumlah itu untuk membebaskan sebanyak 41 bidang tanah menyusul 53 bidang tanah yang telah dibebaskan sebelumnya.

Penyerahan uang ganti rugi kali ini dilaksanakan secara simbolis oleh Pelaksana harian (Plh) Bupati Semarang Basari di halaman Balai Desa Candirejo, Pringapus, baru-baru ini. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sebagai pemegang kewenangan pembangunan Bendungan Jragung, Harya Muldianto mengakui proses pembebasan lahan memakan waktu cukup lama. Hal itu disebabkan untuk menjaga tertib administrasi agar tidak timbul masalah di kemudian hari.

“Kami sangat menghargai partisipasi dan kerja sama warga yang telah mendukung kelancaran proses pelepasan hak atas tanah mereka. Sehingga pembangunan bendungan akan berjalan lancar,” ungkapnya.

Plh Bupati Semarang Basari mengatakan Pemkab Semarang telah menjalin komunikasi dengan Kementerian PUPR untuk menyiapkan lahan relokasi bagi warga. Termasuk penyediaan fasilitas umum dan sosial seperti areal pemakamam, akses jalan masuk serta instalasi pengolah air limbah. Selain itu juga disiapkan sumur bor dan jaringan listrik.

“Terima kasih atas kesediaan warga mendukung pembangunan proyek nasional ini. Percayalah, Pemkab Semarang akan terus mendampingi Bapak Ibu warga sekalian,” kata dia.

Sementara Kepala Desa Candirejo, Haryoto di sela-sela kegiatan menegaskan tidak ada masalah relokasi warga Dusun Kedungglatik itu. “Semua diterima, tidak ada penolakan. Sudah ada proses relokasi,” terangnya. (win/diskominfo kab. semarang)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]