KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

PSN Bendungan Jragung, Kementerian PUPR Gelontorkan Rp5,9 Miliar untuk Pembebasan 53 Bidang Tegakan

PSN Bendungan Jragung, Kementerian PUPR Gelontorkan Rp5,9 Miliar untuk Pembebasan 53 Bidang Tegakan

PSN Bendungan Jragung, Kementerian PUPR Gelontorkan Rp5,9 Miliar untuk Pembebasan 53 Bidang Tegakan

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai pendistribusian uang ganti rugi kepada warga Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Jragung.
Foto: IST
Warga Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Pringapus menerima uang ganti rugi atas lahan yang terdampak PSN Bendungan Jragung, Kamis (18/4/2024).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai mendistribusikan uang ganti rugi bagi warga Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Pringapus, Kabupaten Semarang yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Jragung.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan total bidang yang semestinya dibebaskan adalah 61 tegakan. Namun, dari jumlah itu baru 53 bidang yang sudah bisa menerima uang ganti rugi. Sedang sisanya masih harus melengkapi syarat administrasinya.

“Insyaallah pekan depan semua sudah selesai dibayarkan,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Jumat (19/4/2024).

Dijelaskan Ngesti, saat ini pihaknya masih menunggu bantuan untuk akses jalan masuk ke boro area. Diketahui tanah tersebut tanah milik perhutani, sehingga masih dalam proses.

“Pembangunan sarana prasarana berupa jalan, air bersih, dan listrik sudah kami ajukan kepada Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Sementara Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang Zaenal Arifin menjelaskan, total uang ganti rugi yang dibayarkan untuk Pihak Yang Berhak (PYB) sebesar Rp 5,978 miliar. Tegakan yang dibayar tersebut berupa tanaman dan bangunan rumah. Menurutnya, seluruh wilayah Kedungglatik akan masuk daerah genangan bendungan. Untuk itulah, semua warga harus direlokasi di lahan baru yang telah dipersiapkan.

“Setelah dapat ganti rugi, diharapkan masyarakat bisa segera pindah,” terangnya.

Zaenal menyebut, Pemkab Semarang telah menerima hibah tanah seluas 18,6 hektare untuk merelokasi warga terdampak. Pihaknya juga telah menata dengan rincian 2,3 hektare untuk permukiman, 0,3 hektare area makam dan sisanya dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

“Mengingat ada petani asli yang lahan pertaniannya terkena, sehingga kami siapkan lahan pengganti untuk digarap. Monggo mau ditanami jagung, pisang, dan sebagainya,” jelasnya.

Terkait penyediaan fasilitas air bersih bagi lokasi permukiman yang baru, Zaenal menerangkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

“Kemarin sudah diteliti terdapat sumber air. Sehingga prinsipnya mereka siap menyediakan air baku,” paparnya.

Sedangkan untuk instalasi listrik, Pemkab Semarang juga telah mengajukan bantuan kepada PLN pusat terkait biaya penarikan jalur sepanjang 1,5 kilometer hingga ke kawasan permukiman.

“Tapi nanti setiap rumah dikenakan biaya pemasangan saluran listrik baru dengan tarif normal, antara Rp1 – 1,3 juta,” bebernya.

Zaenal berharap, seluruh proses pembebasan hingga relokasi dapat berjalan lancar. Sehingga pada bulan Juni 2024, bendungan sudah mulai dilakukan pengisian.

“Kalau terpaksa mundur ya sedikit, awal Juli sudah bisa diisi (air),” tandasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Kirab obor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 tiba di Kabupaten Semarang pada Sabtu (24/10/2026) sore setelah menempuh perjalanan dari Api Abadi Mrapen, Grobogan. Di tengah kemeriahan kirab, kontingen Kabupaten Semarang menambah medali dari cabang olahraga arung jeram dan muaythai, sehingga total raihan sementara mencapai dua emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Kirab Obor Porprov Jateng 2026 Disambut Meriah, Kabupaten Semarang Tambah Emas dari Arung Jeram
[pekok2]